Komisi II DPR Upayakan Threshold Turun Hingga 10 Persen

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera/Net

Komisi II DPR RI sedang mencoba melakukan penataan agar ambang batas pencalonan kepala eksekutif turun menjadi lima hingga sepuluh persen.

Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera di acara diskusi Obrolan Bareng Bang Ruslan yang digagas Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Refleksi 2020 dan Membaca Peristiwa Politik 2021".

"Kami di Komisi II sedang mencoba untuk melakukan penataan, menurunkan threshold, baik presidential maupun pilkada, turun 5 sampai 10 persen," ujar Mardani, Selasa (29/12).

Hal itu kata Mardani, setelah melihat pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember kemarin.

"Ketika pilkada kemarin jumlah kotak kosong, jumlah calon tunggal naik ya, ini bagian dari residu demokrasi, tapi sekarang jadi kenyataan fakta yang bahkan mungkin bisa menjadi mainstream dan itu buruk," jelasnya.

Pasalnya, lanjut politisi PKS ini, ketika calon semakin banyak, maka semakin kompetitif dan membuat demokrasi semakin baik.

"Bahasanya gini, kalau satu kampung cuma ada satu penjual beras, monopoli dia jual Rp 10 ribu semua orang pasti beli. Tapi kalau ada dua (penjual), yang satu jual Rp 9 ribu, ada tiga (penjual) jual Rp 8 ribu, yang tadi jual Rp 10 ribu jadi jual Rp 7 ribu. Kompetisi itu sehat buat publik," terangnya.

Apalagi, masih kata Mardani, sebanyak 67 persen wakil kepala daerah pada akhirnya bertempur dengan kepala daerah.

"Makanya rata-rata wakil kepala daerah tuh sebulan dua bulan saja pilkada, abis itu musuhan. Makanya ada ide menarik juga, monoeksekutif, udah gak perlu lagi kita ada wakil. Cukup kepala daerah aja," pungkas Mardani.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Lampiran Perpres Miras Dicabut Jokowi, Aktivis: Pemerintah Harus Tutup Pabrik Miras
Politik

Lampiran Perpres Miras Dicab..

02 Maret 2021 13:55
Muhammadiyah Dukung Usaha Jokowi Bangkitkan Ekonomi Dengan Pancasila Dan UUD 1945, Bukan Lewat Miras
Politik

Muhammadiyah Dukung Usaha Jo..

02 Maret 2021 13:42
Pesan Airlangga Hartarto, Mubes Kosgoro 1957 Harus Guyub Dan Tidak Membuat Perpecahan
Politik

Pesan Airlangga Hartarto, Mu..

02 Maret 2021 13:40
Firli Bahuri Harus Kerja Lebih Keras Lagi...
Politik

Firli Bahuri Harus Kerja Leb..

02 Maret 2021 13:30
PP Muhammadiyah: Miras Adalah Pangkal Dari Berbagai Kejahatan
Politik

PP Muhammadiyah: Miras Adala..

02 Maret 2021 13:26
Tanpa Basa-basi, Jokowi Putuskan Cabut Lampiran Perpres Soal Investasi Minuman Beralkohol
Politik

Tanpa Basa-basi, Jokowi Putu..

02 Maret 2021 13:13
KPK Masih Yakin Harun Masiku Di Tanah Air Dan Sudah Bentuk 2 Satgas
Politik

KPK Masih Yakin Harun Masiku..

02 Maret 2021 13:05
Meski Menjabat Sekitar 3 Tahun, Kepala Daerah Terpilih Di Pilkada 2020 Tetap Dapat Gaji Satu Periode
Politik

Meski Menjabat Sekitar 3 Tah..

02 Maret 2021 13:02