Calon Kapolri Harus Paham Langgam Jokowi, Bekerja Dalam Senyap Dan Anti Safari Politik

Kapolri Jenderal Idham Azis akan menginjak pensiun di Januari 2021/Ist

Ramainya pemberitaan soal kandiat-kandidat calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Jenderal Idham Azis sejatinya murni berada di tangan Presiden Joko Widodo.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen, pembahasan suksesor Idham Azis yang akan pensiun di Januari 2021 membuktikan ada persaingan sengit.

"Ini membuktikan bahwa pertarungan sengit sedang terjadi meski tak kelihatan kasat mata, namun itulah kenyataan yang sedang berlangsung di antara tim suksesi untuk memengaruhi pandangan RI 1 (Presiden Jokowi)," kata Samuel F Silaen kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/12).

Ia melanjutkan, yang paling tahu calon kuat Kapolri sejauh ini hanya pihak istana. Jabatan fungsional Kapolri, kata dia, adalah jenjang karier dan kepangkatan mumpuni yang wajib dimiliki pengganti Idham Azis.

"Kapolri pilihan istana harus lebih banyak bekerja dalam senyap tapi konkret, bukan safari politik yang biasa dilakoni para elite politik," jelasnya.

Di sisi lain, pujian terhadap beberapa calon Kapolri sengaja disampaikan oleh pengamat dan elite sebagai bagian dari cek ombak dalam melihat resonansi yang akan terdengar di publik. Sejauh ini, sudah banyak yang dibahas, mulai dari jenjang karier dan kepangkatan yang cukup.

"Tapi hal itu belum cukup, sebab calon Kapolri yang baru harus paham langgam presiden dan tidak suka safari politik kesana kemari meminta dukungan politik. Sebab akan terjadi abuse of power jika nanti terpilih karena ada semacam utang budi," tegas Silaen.

"Kapolri tak boleh orang yang berutang budi kepada siapa pun, kecuali berutang kepada negara agar tercipta keamanan, berani bertindak tegas, cepat dalam penegakan hukum, serta mengayomi dan melayani seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Gde Siriana: Penularan Covid-19 Nggak Kenal Alasan, Pak Presiden!
Politik

Gde Siriana: Penularan Covid..

25 Februari 2021 00:39
Ketua DPD RI Apresiasi Kinerja Kapolda Jatim Terkait Penanganan Covid-19
Politik

Ketua DPD RI Apresiasi Kiner..

25 Februari 2021 00:01
Survei Membuktikan PDIP Tetap Kokoh
Politik

Survei Membuktikan PDIP Teta..

24 Februari 2021 23:24
Analisa Hifdzil Alim Usai Tangani Sebelas Perkara Hasil Pilkada Di MK
Politik

Analisa Hifdzil Alim Usai Ta..

24 Februari 2021 23:20
SBY: Selama Hayat Dikandung Badan, Saya Jadi Benteng Siapapun Pengganggu Demokrat
Politik

SBY: Selama Hayat Dikandung ..

24 Februari 2021 22:36
SBY Akui Demokrat Belakangan Sering Diserang Secara Masif Dan Sistematis
Politik

SBY Akui Demokrat Belakangan..

24 Februari 2021 22:25
Turun Gelanggang, SBY: Berapa Pun Uang Anda, Demokrat Not For Sale!
Politik

Turun Gelanggang, SBY: Berap..

24 Februari 2021 21:55
Bisa Bantu Ekonomi Masyarakat, LaNyalla Dorong Pemanfaatan Porang
Politik

Bisa Bantu Ekonomi Masyaraka..

24 Februari 2021 21:09