Pemerintah Terlalu Boros Mengurus Pembubaran FPI

Proses pembongkaran atribut FPI di Petamburan/RMOL

Pemerintahan Joko Widodo dianggap terlalu boros dalam mengurus pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menilai bahwa seharusnya pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti FPI harus melalui prosedur UU dan aturan yang menangani persoalan tersebut, yaitu UU 17/2013 tentang Ormas.

Sedangkan aturan yang lebih detail kata Satyo, terdapat pada PP 58/2016 tentang pelaksanaan UU 17/2013 tentang Ormas.

"Pemerintah mestinya tak bisa begitu saja membubarkan ormas, sedangkan tugas pembinaan ada di Kemendagri dan salah satu tugasnya adalah mencatat ormas-ormas yang terdaftar, dan mengingatkan jika mereka mereka salah," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (31/12).

Selain itu, jika terdapat anggota-anggota ormas yang salah, maka yang disalahkan bukan ormasnya, melainkan oknum ormas tersebut.

"Proses yang semestinya pun pemerintah harusnya meminta terlebih dahulu pertimbangan dari Mahkamah Agung dan jika ormas itu ada di tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten, harus melibatkan DPRD," kata Satyo.

Bahkan masih kata mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tersebut, hingga saat ini pemerintah belum memiliki alat teknis yang jelas untuk membubarkan ormas.

"Dan sebetulnya pemerintah hingga hari ini belum memiliki alat teknis yang jelas untuk membubarkan ormas apabila dianggap tidak memiliki legalitas," terang Satyo.

Sikap pemerintah ini dianggap tidak objektif dan tidak adil. Sebab, pelarangan aktivitas FPI lebih disebabkan alasan-alasan subjektif.

Secara de facto marwah perjuangan dan pergerakan FPI akan tetap hidup, bahkan secara administrasi akan berdiri FPI dalam bentuk lainnya.

“Jadi pemerintah terlalu boros untuk mengurusi hal ini hingga menggunakan segala resources hanya untuk menyikapi FPI akibat kesalahan treatment pemerintah dan hanya akan membuat persoalan ini tidak akan hilang hanya akan berganti bentuk dan wajah," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Dukungan Mantan Walikota Solo Ke Nanan Peringatan Untuk Puan
Politik

Dukungan Mantan Walikota Sol..

21 April 2021 00:08
Kemendikbud Akhirnya Mengakui Tak Sengaja Hapus Hasyim Asy'ari Dari Kamus Sejarah
Politik

Kemendikbud Akhirnya Mengaku..

20 April 2021 23:57
Ucapan Selamat Dari AHY Ke PKS: Semoga Semakin Solid Dan Istiqomah Memperjuangkan Aspirasi Rakyat
Politik

Ucapan Selamat Dari AHY Ke P..

20 April 2021 22:53
Dikabarkan Masuk Kabinet Jokowi, Witjaksono Dapat Dukungan NU Lampung
Politik

Dikabarkan Masuk Kabinet Jok..

20 April 2021 22:45
Cek Persiapan PSU Di Daerah, Ketua Bawaslu: Tolong Pelajari Putusan MK Dengan Seksama!
Politik

Cek Persiapan PSU Di Daerah,..

20 April 2021 22:43
Pengamat: Bobby Nasution Harus Bisa Bedakan Posisi Sebagai Walikota Dan Menantu Jokowi
Politik

Pengamat: Bobby Nasution Har..

20 April 2021 21:55
Buntut Hilangnya Mata Pelajaran Pancasila Dari Kurikulum Wajib, PB HMI Minta Nadiem Ikut Di Reshuffle Jokowi
Politik

Buntut Hilangnya Mata Pelaja..

20 April 2021 21:34
HUT Ke-19 PKS: Semoga Allah SWT Mengangkat Semua Kesulitan Bagi Bangsa Yang Kita Cintai
Politik

HUT Ke-19 PKS: Semoga Allah ..

20 April 2021 21:21