Komisi IX DPR Sambut Baik Langkah Pemerintah Amankan 4 Vaksin Covid-19

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay/Net

Langkah Presiden Joko Widodo yang mengamankan 4 jenis vaksin Covid-19 sekaligus untuk digunakan di Indonesia disambut baik oleh Komisi IX DPR RI. Langkah tersebut adalah langkah yang cukup baik dan layak diapresiasi.

Begitu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Sabtu (2/1).

"Jika sekarang Presiden mengatakan sudah kerja sama dengan Novavax, kemudian AstraZeneca, Pfizer, saya kira itu langkah yang cukup baik sekali," ujar Saleh Daulay.

Dia menuturkan, sebelumnya ada sekitar enam perusahaan besar yang diajak pemerintah RI bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di tanah air.

"Ada Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, tapi ada juga tuh Moderna yang saya kira belum disebutkan di sini ya, kemudian ya tentu Bio Farma sendiri vaksin Merah Putih itu. Ada juga Sinovac sebetulnya, salah satu yang dari China," tuturnya.

Ketua Fraksi PAN ini menambahkan, ada satu perusahaan produsen vaksin corona yang sudah meneken kontrak kerjasama dengan Indonesia yakni Sinovac. Sementara untuk sejumlah perusahaan lainnya, Saleh belum bisa memastikan apakah pemerintah telah meneken MoU atau tidak.

"Saya kira ini hal penting harus diperjelas kepada kita, saya melihat kalau benar sudah ada MoU dengan perusahaan itu, ini adalah langkah bagus, langkah baik yang saya kira perlu apresiasi terkait upaya pemerintah untuk mengamankan vaksin itu," ucapnya.

"Sebab di luar negeri vaksin yang sudah divaksinasikan kepada masyarakat itu justru mereknya pfizer. Ini tentu baik sekali jika ada kombinasi dengan perusahaan-perusahaan produsen vaksin itu yang memang masuk ke Indonesia," demikian Saleh Daulay.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan saat ini Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin. Vaksin-vaksin ini di antaranya dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer.

"Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer," kata Jokowi.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Lampiran Perpres Miras Dicabut Jokowi, Aktivis: Pemerintah Harus Tutup Pabrik Miras
Politik

Lampiran Perpres Miras Dicab..

02 Maret 2021 13:55
Muhammadiyah Dukung Usaha Jokowi Bangkitkan Ekonomi Dengan Pancasila Dan UUD 1945, Bukan Lewat Miras
Politik

Muhammadiyah Dukung Usaha Jo..

02 Maret 2021 13:42
Pesan Airlangga Hartarto, Mubes Kosgoro 1957 Harus Guyub Dan Tidak Membuat Perpecahan
Politik

Pesan Airlangga Hartarto, Mu..

02 Maret 2021 13:40
Firli Bahuri Harus Kerja Lebih Keras Lagi...
Politik

Firli Bahuri Harus Kerja Leb..

02 Maret 2021 13:30
PP Muhammadiyah: Miras Adalah Pangkal Dari Berbagai Kejahatan
Politik

PP Muhammadiyah: Miras Adala..

02 Maret 2021 13:26
Tanpa Basa-basi, Jokowi Putuskan Cabut Lampiran Perpres Soal Investasi Minuman Beralkohol
Politik

Tanpa Basa-basi, Jokowi Putu..

02 Maret 2021 13:13
KPK Masih Yakin Harun Masiku Di Tanah Air Dan Sudah Bentuk 2 Satgas
Politik

KPK Masih Yakin Harun Masiku..

02 Maret 2021 13:05
Meski Menjabat Sekitar 3 Tahun, Kepala Daerah Terpilih Di Pilkada 2020 Tetap Dapat Gaji Satu Periode
Politik

Meski Menjabat Sekitar 3 Tah..

02 Maret 2021 13:02