Gabung Jokowi Dan Tersangkut Korupsi, Faktor Yang Membuat Elektabilitas Gerindra Anjlok

Partai Gerindra/Net

Elektabilitas Partai Gerindra melorot hingga anjlok di posisi keenam dalam survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan Gerindra ditinggal pemilihnya.

Pertama, Gerindra berkoalisi dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kedua, kader utama partai Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan) terjerat kasus dugaan korupsi di KPK.

"Gerindra melorot karena gabung dengan pemerintah, korupsi, dan ditinggalkan oleh pendukungnya," ujar Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu saat dihubingi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/1).

Apalagi, lanjut Ujang, Gerindra belum berpengalaman misalnya dibandingkan dengan Partai Golkar. Golkar partai berpengalaman, banyak diterpa isu korupsi dan lain-lain tapo tetap bertahan di papan atas.

"Sedangkan Gerindra, belum berpengalaman di pemerintahan, sekali dihajar langsung melorot elektabilitasnya," demikian Ujang Komarudin.

Selain gabung Jokowi dan OTT KPK, publik juga menyoroti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang tidak pernah muncul dalam permasalahan Habib Rizieq Shihab. Padahal, HRS dan pengikutnya mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Diduga, ini juga menjadi faktor elektabilitas Gerindra menurun.

Berikut elektabilitas parpol versi survei LKPI pada 20-27 Desember 2020:

PDI Perjuangan (17,8 persen)
Partai Golkar (15,2 persen)
Partai Demokrat (10,8 persen)
PKB (8,8 persen)
Partai Nasdem (8,1 persen)
PKS (6,9 persen)
Partai Gerindra (6,6 persen)
PSI (4,2 persen)
PAN (3,1 persen)
PPP (2,9 persen)
Partai Hanura (1,6 persen)
Parpol lain di bawah 0,5 persen.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

AHY: 3 Syarat KLB Demokrat Tidak Dipenuhi Peserta KLB Ilegal Di Deliserdang
Politik

AHY: 3 Syarat KLB Demokrat T..

05 Maret 2021 18:04
Aspirasi Anak Perlu Diserap Melalui Musrenbang, Terlebih Masa Pandemi Covid-19
Politik

Aspirasi Anak Perlu Diserap ..

05 Maret 2021 17:54
Jerumuskan Presiden, Relawan JoMan Desak Pencopotan Bahlil Lahadalia Dan M. Lutfi
Politik

Jerumuskan Presiden, Relawan..

05 Maret 2021 17:37
Tak Ingin Jokowi Disalahkan Atas Pernyataan
Politik

Tak Ingin Jokowi Disalahkan ..

05 Maret 2021 17:33
Bakal Pecat Kader Yang Membelot, Demokrat Kabupaten Bekasi Pertanyakan Status Peserta KLB Sibolangit
Politik

Bakal Pecat Kader Yang Membe..

05 Maret 2021 17:27
Tanggapi Santai Gerakan KLB Sibolangit, DPP Demokrat: Itu Kan Bodong
Politik

Tanggapi Santai Gerakan KLB ..

05 Maret 2021 17:21
Kopi Boyolali Tembus Pasar Eropa, LaNyalla Berharap Daerah Lain Tingkatkan Produk Andalan
Politik

Kopi Boyolali Tembus Pasar E..

05 Maret 2021 17:11
Hengky Luntungan Jadi Sosok Yang membuka KLB Ilegal Deli Serdang, Begini Pidatonya
Politik

Hengky Luntungan Jadi Sosok ..

05 Maret 2021 17:03