TB Ace Urai 3 Hal Yang Membuat Hubungan Agama Dan Negara Terus Jadi Perdebatan

Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Ikaluin), TB Ace Hasan Syadzily/Net

Relasi antara agama dan negara masih menjadi dialektika yang sangat dinamis dalam konteks politik dan keindonesiaan di tanah air.

Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Ikaluin), TB Ace Hasan Syadzily mengatakan hingga saat ini relasi agama dan negara masih belum selesai dan akan selalu menuai perdebatan.

Menurut Ace, setidaknya ada tiga hal yang membuat relasi antara agama dan negara di Indonesia masih terus menjadi perdebatan.

Pertama, para ahli sering menyebutnya sebagai integration relation atau hubungan integrasi antara agama dan negara.

"Saya kira wacana ini dalam konteks keindonesiaan masih cukup kuat muncul ya. Adanya keinginan bagaimana agama dijadikan sebagai dasar negara. Itu misalnya tergambar dari sebagian orang, organisasi atau kelompok yang menginginkan khilafah, dan NKRI bersyariah," ujar Ace saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Refleksi Pemikiran Alumni UIN" pada Senin (4/1).

"Itu kan sebetulnya hanya ekspresi politik yang memang keinginannya adalah mengubah negara resmi kita menjadi negara yang berorientasi syariah," imbuhnya.

Kedua, lanjut wakil ketua Komisi VIII DPR RI ini, adanya kalangan liberal yang ingin memisahkan agama dan negara secara murni atau sekuler.

Kemudian yang ketiga, masih kata Ace, intersectional relation atau hubungan antara agama dan negara seperti simbiosis mutualisme. Menurut Ace, itu tercermin dari pandangan dasar negara kita. Dalam Pancasila ada Ketuhanan YME sebagai bentuk bahwa antara agama dan negara tidak bisa dipisahkan.

"Saya kira perdebatan tentang relasi agama dan negara ini akan selalu mengalami dinamika. Dan sampai saat ini saya meyakini ini belum selesai. Akan selalu muncul perdebatan-perdebatan relasi antara agama dan negara," tuturnya.

"Dalam konteks historis maupun yuridis dinamika relasi antara agama dan negara itu tidak bisa dihindarkan karena memang kita telah memilih demokrasi sebagai pilihan kita," demikian Ace.

Selain Ace, webinar ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Asrori S Karni, dan Komisioner Purnabakti Komnas Perempuan Yunianti Chuzaifah.

Kolom Komentar


Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Didambakan Tapi Sulit Jadi Kenyataan, Koalisi Poros Islam Bisa Saja Usung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Politik

Didambakan Tapi Sulit Jadi K..

19 April 2021 11:59
Siang Ini, Anies Akan Sampaikan LKPJ 2020 Di Rapat Paripurna DPRD DKI
Politik

Siang Ini, Anies Akan Sampai..

19 April 2021 11:48
Rizal Ramli: Marhaenisme Jadi Ideologi Keberpihakan Bung Karno Ke Petani Gurem, Kok Tega-teganya PDIP Dukung Impor Pangan?
Politik

Rizal Ramli: Marhaenisme Jad..

19 April 2021 11:44
Pemindahan Aset BUMN Ke LPI Diduga Bertentangan Asas Lex Superior Derogat Legi Inferiori
Politik

Pemindahan Aset BUMN Ke LPI ..

19 April 2021 11:43
Nabil Haroen: Kalau Larangan Mudik Mengambang Tidak Akan Efektif
Politik

Nabil Haroen: Kalau Larangan..

19 April 2021 11:13
Soal Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Gus Yasin: Akibat Penafsiran Toleransi Yang Kebablasan
Politik

Soal Penistaan Agama Jozeph ..

19 April 2021 11:10
Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipanggil Ke Istana, Terkait Reshufle?
Politik

Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipan..

19 April 2021 10:48
Dikabarkan Ada Di Jerman, PPP Desak Kemlu-Kemenkumham Cabut Paspor Joseph Paul Zhang
Politik

Dikabarkan Ada Di Jerman, PP..

19 April 2021 10:38