Pramono Ubaid Tanthowi: "Islam Mazhab Ciputat" Perlu Dikembangkan

Komisioner KPU RI yang juga alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pramono Ubaid Tanthowi/Net

Demokrasi sudah menjadi pilihan dalam berbangsa dan bernegara sejak awal dipilih oleh para pendiri bangsa. Tetapi, demokrasi di Indonesia tidak pernah berjalan linier dan mulus, ia selalu menghadapi tantangan dari sistem-sistem lain.

Demikian halnya kondisi keragaman Islam di Indonesia. Pasca-reformasi, gerakan umat Islam di Indonesia semakin terkotak-kotak.

Hal itu ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi Islam baru dengan corak dan artikulasi yang baru. Juga diikuti oleh kemunculan tokoh-tokoh baru non-konvensional dengan pengikut baik virtual maupun aktual dalam jumlah besar.

Demikian disampaikan Komisioner KPU RI yang juga alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pramono Ubaid Tanthowi saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Refleksi Pemikiran Alumni UIN" pada Senin (4/1).

"Tantangan terus berlangsung tetapi sebagai insan-insan alumni UIN, bagi saya, demokrasi Indonesia harus terus didorong meskipun jalannya tersendat-sendat mundur ke belakang, tetapi, menjadi komitmen bersama demokrasi kita dorong ke depan," ujar Pramono Ubaid.

Menurut aktivis Muhammadiyah ini, dalam rangka mendorong perbaikan demokratisasi dari berbagai aspek, para alumni UIN dari berbagai latar belakang profesi sedianya bisa mengejawantahkan "Islam Mazhab Ciputat" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita mewarisi 'Islam Mazhab Ciputat' yang rasional, terbuka, dan kritis, yang dibiasakan untuk meninjau segala sesuatu dari berbagai aspek. 'Islam Mazhab Ciputat' harus memberi kontribusi pada penguatan budaya politik demokratis," tuturnya.

Secara pemikiran, kata Pramono, para pendahulu UIN Ciputat telah memberi kontribusi yang sangat luar biasa, yang oleh almarhum Prof. Bahtiar Effendy disebut "Jalan Baru Islam".

Atas dasar itu, Pramono Ubaid berharap agar para alumni UIN Ciputat yang saat ini menggeluti bidang apapun untuk terus mengembangkan warisan pemikiran "Islam Mazhab Ciputat" untuk mendorong perbaikan demokrasi di Indonesia.

"Generasi kita perlu mengembangkan, bukan hanya mengunyah atau mendaur ulang," ucapnya.

"Secara praksis, gagasan para pendahulu perlu diaktualisasikan di berbagai ranah kehidupan: akademik, politik, bisnis, dakwah, jurnalistik, seni, dan lain-lain," demikian Pramono Ubadi menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Didambakan Tapi Sulit Jadi Kenyataan, Koalisi Poros Islam Bisa Saja Usung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Politik

Didambakan Tapi Sulit Jadi K..

19 April 2021 11:59
Siang Ini, Anies Akan Sampaikan LKPJ 2020 Di Rapat Paripurna DPRD DKI
Politik

Siang Ini, Anies Akan Sampai..

19 April 2021 11:48
Rizal Ramli: Marhaenisme Jadi Ideologi Keberpihakan Bung Karno Ke Petani Gurem, Kok Tega-teganya PDIP Dukung Impor Pangan?
Politik

Rizal Ramli: Marhaenisme Jad..

19 April 2021 11:44
Pemindahan Aset BUMN Ke LPI Diduga Bertentangan Asas Lex Superior Derogat Legi Inferiori
Politik

Pemindahan Aset BUMN Ke LPI ..

19 April 2021 11:43
Nabil Haroen: Kalau Larangan Mudik Mengambang Tidak Akan Efektif
Politik

Nabil Haroen: Kalau Larangan..

19 April 2021 11:13
Soal Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Gus Yasin: Akibat Penafsiran Toleransi Yang Kebablasan
Politik

Soal Penistaan Agama Jozeph ..

19 April 2021 11:10
Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipanggil Ke Istana, Terkait Reshufle?
Politik

Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipan..

19 April 2021 10:48
Dikabarkan Ada Di Jerman, PPP Desak Kemlu-Kemenkumham Cabut Paspor Joseph Paul Zhang
Politik

Dikabarkan Ada Di Jerman, PP..

19 April 2021 10:38