Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Aktivis: Penangkapan Sebastian Hutabarat Telah Mengoyak Keadilan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 06 Januari 2021, 06:01 WIB
Aktivis: Penangkapan Sebastian Hutabarat Telah Mengoyak Keadilan
Penangkapan Sebastian Hutabarat (duduk) oleh Tim Tabur Kejaksaan di Balige/Ist
rmol news logo Aktivis lingkungan Yayasan Pecinta Danau Toba, Sebastian Hutabarat ditangkap tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan di Balige, Selasa (5/1).

Sebastian ditangkap berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan(P-48) Nomor: Pint-433/L.2.33.3/Eoh.3/12/2020 tanggal 21 Desember 2020 untuk melaksanakan (eksekusi) putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor: 167/Pid/2020/PT.MDN tanggal 08 April 2020.

Penangkapan Bastian ini pun memunculkan reaksi dari kalangan aktivis di Sumatera Utara. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam, Mahfud MD turun tangan membebaskan Sebastian yang kini ditempatkan di Lapas Kelas III Pangururan.

"Pejuang lingkungan Sebastian Hutabarat, dipenjarakan hari ini karena membela lingkungan hidup. Keadilan kembali terkoyak. Bapak Jokowi, Mahfud MD, orang ini layak mendapatkan grasi," tulis aktivis Saurlin Siagian di akun Twitternya, Selasa (5/1).

Pada akun media sosial lainnya, Saurlin menjelaskan perihal ketidakpantasan penangkapan terhadap Sebastian yang disebutnya layak diberi gelar pejuang lingkungan itu.

Menurutnya, penangkapan tersebut terkait dengan aktivitas Bastian menolak galian C di sebuah tempat di Samosir, Sumatera Utara yang berujung pada peristiwa kekerasa terhadapnya.

"Terkait ini, demi keadilan dan kebenaran, Presiden Presiden Joko Widodo perlu memberikan grasi kepada saudara Sebastian. Kedua, panitia Yap Thiam Hien award sudah selayaknya mengganjar beliau dengan penghargaan sebagai pejuang ham dan lingkungan tahun 2021. Tidak selayaknya orang baik dipenjara," tulisnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLSumut.

Selain pada media sosial, kalangan aktivis pecinta Danau Toba pada Whatsapp Grup juga meminta agar desakan untuk membebaskan Sebastian dilakukan secara massif.

Seruan langsung kepada Presiden Joko Widodo dinilai sangat penting agar membebaskan Sebastian. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA