Jokowi Kaget Impor Pangan, Rizal Ramli: Please Deh, Jangan Terlalu Banyak Drama

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli/Net

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengigatkan kembali bahwa kebijakan pemerintahan yang membuat oknum pejabat doyan impor pangan mengakibatkan petani tidak pernah naik kelas.

"Kebijakan pemerintah yang doyan impor dan doyan bagi-bagi rente kuota impor, itu yang membuat petani tidak punya insentif untuk menaikkan produksi," kata RR kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/1).

RR menanggapi pemberitaan yang menyebutkan Presiden Joko Widodo jengkel, karena jutaan komoditas pangan strategis misalnya gula dan kedelai masih kerap diimpor.

RR yang penah jadi Menko Maritim dan SDM era Jokowi, tidak yakin mantan atasannya itu tidak mengerti soal ini.

"Ini Presiden @jokowi ndak ngerti atau pura-pura ndak ngerti," sebut dia yang juga dipostingnya di akun medsosnya.

Ditambahkan RR, selain bagi-bagi rente kuota impor, kebijakan pupuk dan pricing policy juga ikut "dimainkan".

"Belum lagi, kebijakan pupuk dan pricing policy. Please deh, jangan terlalu banyak drama. Kalau bener-benar ndak ngerti, nanti tak kasih kuliah gratis," tukas RR dengan emoticon senyum, tertawan dan minta maaf.

Presiden Jokowi menyoroti jutaan komoditas pangan strategis yang sampai saat ini kerap diimpor seperti gula dan kedelai. Menurut Kepala Negara, pembangunan pertanian nasional perlu dibenahi secara serius.

"Kedelai hati-hati, gula hati-hati, ini yang masih jutaan-jutaan. Jutaan ton. Bawang putih, beras, meskipun ini sudah hampir 2 tahun kita nggak impor beras. Saya mau lihat betul di lapangannya apakah bisa bisa konsisten," kata Jokowi saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1).

Jokowi menekankan kepada jajaran untuk tidak lagi menerapkan kebijakan yang konvensional maupun bersifat rutinitas semata. Dia ingin dorong pembangunan kawasan ekonomi secara luas.

"Karena percuma kalau bisa berproduksi tapi sedikit, nggak ngaruh apa-apa sama yang impor tadi. Karena problem dari dulu sampai sekarang kenapa kedelai di Indonesia bisa tumbuh baik, petani nggak mau tanam? Karena harganya kalah dengan kedelai impor. ready viewed Kalau petani disuruh jual dengan impor harga pokok, produksi nggak menutup," kata Jokowi.

"Kenapa dulu kita produksi bawang putih, tapi petani nggak mau tanam lagi bawang putih? Karena harganya kalah dengan harga bawang putih impor. Di Wonosobo, di NTB bawang putih banyak kenapa nggak diperluas dalam jumlah besar?" jelas melanjutkan.

Jokowi pun meminta jajarannya untuk mencari cara dalam mengatasi hal ini. Pasalnya, pembangunan pertanian yang selama ini dilakukan belum berhasil melepaskan Indonesia dari kebutuhan impor.

Kolom Komentar


Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketua DPD Ajak Himpunan Artis Bersama-sama Perangi Pandemi
Politik

Ketua DPD Ajak Himpunan Arti..

20 April 2021 12:18
Soal Menteri Berinisial M Akan Direshuffle, Saiful Anam: Candaan PKB Yang Sedang Menghibur Diri
Politik

Soal Menteri Berinisial M Ak..

20 April 2021 12:12
Alumni ITB Ditangkap Polisi Korsel, Effendi Simbolon: Selama Tidak Melanggar, Kita Beri Perlindungan Hukum
Politik

Alumni ITB Ditangkap Polisi ..

20 April 2021 12:01
KH Hasyim Asyari Hilang Dalam Naskah Kamus Sejarah Indonesia, PKS Protes Keras
Politik

KH Hasyim Asyari Hilang Dala..

20 April 2021 11:54
Berharap Kondisi Di India Tidak Terjadi Di Indonesia, Tolong Jangan Colong Start Mudik
Politik

Berharap Kondisi Di India Ti..

20 April 2021 11:53
Banyak Kejanggalan, Ketua Komisi X Minta Buku Kamus Sejarah Indonesia Ditarik Dari Peredaran
Politik

Banyak Kejanggalan, Ketua Ko..

20 April 2021 11:36
Waspada, Colong Start Mudik Akan Mengancam Pertahanan Kesehatan
Politik

Waspada, Colong Start Mudik ..

20 April 2021 11:24
Ketum Prajaniti Hindu: Abdul Mu'ti Figur Yang Sangat Tepat Jadi Mendikbud
Politik

Ketum Prajaniti Hindu: Abdul..

20 April 2021 11:12