Sikap GMNI, Pemilihan Kapolri Jangan Sampai Dikotori Isu SARA

Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino/RMOL

Merespons pengajuan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) meminta semua pihak jangan sampai memasukkan isu SARA dalam proses pemilihan Korps Bhayangkara 1.

Secara khusus, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino mengingatkan anggota dewan di parlemen untuk mengedepankan prinsip rasional seperti kapasitas, integritas dan rekam jejak Listyo Sigit selama menjadi anggota Polri.

Kata Arjuna, isu suku, agama, ras dan antar golongan tidak ada kaitannya dengan fungsi dan kinerja Polri.

"Aspek kapasitas, integritas serta prestasi (track record) yang harus dijadikan pegangan presiden dan DPR. Bukan menilai latar belakang agama dan sukunya. Karena Kapolri adalah jabatan publik," tutur Arjuna

Menurut Arjuna, jika ada pandangan bahwa Kapolri harus muslim karena sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam tidaklah tepat.

Di mata kader asal Yogyakarta ini, pandangan Kapolri harus muslim tidak mencerminkan upaya membangun bangsa sesuai prinsip Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

"Yang terpenting adalah kapasitas dan integritas seseorang. Apalagi jika ia memiliki prestasi di bidang kepolisian. Saya kira alasan primordial tidak boleh mengalahkan kepentingan publik," tambah Arjuna.

Arjuna juga mengingatkan, agar semua pihak menahan diri dan tidak membuat Polri seolah-olah berhadap-hadapan dengan umat islam.

Selama ini, dalam pandangan Arjuna, Polri sudah bekerja sesuai prosedur dan metode yang ilmiah, siapapun itu harus ditindak baik itu agamawan, ulama ataupun pejabat negara.

"Mau itu agamawan, ulama ataupun pejabat negara jika itu melanggar hukum, Polri wajib menindak. Tidak boleh ada yang kebal hukum," lanjut Arjuna.

Arjuna juga mewanti-wanti agar saat Listyo Sigit menjabat Kapolri, berbagai pekerjaan rumah seperti ekstremisme dan terorisme harus menjadi perhatian serius.

Dijelaskan Arjuna, GMNI memandang bahwa upaya penyelesaian kasus ekstremisme dan terorisme bukan semata-mata menangkap pelakunya tetapi harus dibongkar pola aliran dananya.

"Tugas besar Kapolri baru adalah bagaimana penegak hukum bisa membongkar aliran dana yang menyokong gerakan ekstremisme dan terorisme," pungkas Arjuna.

Diwakili Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Joko Widodo telah memberikan surat Presiden pada DPR RI tentang pengajuan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri.

Pengajuan perwira bintang tiga yang saat ini menjabat Kabareskrim ini sudah diduga oleh banyak kalangan.

Banyak kalangan mengatakan, faktor Listyo Sigit yang beragama Nasrani akan menjadi penghambat mantan Ajudan Jokowi tahun 2014-2016 lalu itu meraih kursi Kapolri.

Faktanya, Mantan Kapolda Banten itu telah mengalahkan 4 nama lain yang sudah diusulkan Kompolnas pada Jokowi dan akan menjalan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR pada Selasa (19/1).

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43