Survei Kemenag: 54,37 Persen Masyarakat Siap Divaksin Covid-19

Data tampilan hasil survei Kemenag terkait vaksinasi Covid-19/Repro

Survei Kementerian Agama (Kemenag) terkait respons terhadap program vaksinasi virus Corona baru ( covid-19) menyebutkan data bahwa 54,37 persen menyatakan siap menjadi penerima vaksin.

Kepala Badan Litbang Diklat Kemenag RI, Prof Ahmad Gunaryo mengatakan, dari proses survei yang dilakukan di 34 provinsi dengan 2.610 data responden, sebanyak 36,25 persen menyatakan belum memutuskan untuk siap divaksin. Sedangkan responden yang secara tegas menolak sebanyak 9,39 persen.

Alasan penolakan, diantaranya tidak yakin dengan keamanan vaksin, meragukan kehalalan dan khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan usai menerima vaksin.

"Rata-rata yang belum memutuskan, wait and see sambil mencari tahu detail vaksin Covid-19, sedangkan yang menolak ragu atas keamaman dan kehalalan vaksin," demikian ulasan Gunaryo, Rabu (13/1).

Dijelaskan Gunaryo, dari hasil survei daring yang dilakukan pada 22-30 Desember 2020 lalu itu, didapatkan data 88 persen responden menganggap pandemi Covid-19 sudah semakin mengkhawatirkan.

Dari data seluruh responden, 98 persen mengaku telah mentaati protokol kesehatan Covid-19.

Meski demikian, sebanyak 81.31 persen dari proporsi 36,25 persen yang belum memutuskan untuk ikut vaksinasi disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan.

"Faktor belum memutuskan juga karena ada informasi tentang vaksin yang mengkhawatirkan dan ingin informasi lebih lengkap," demikian data responden yang didapat Kemenag.  

Dari hasil survei ini, Gunaryo menjelaskan bahwa Kemenag merekomendasikan perlunya penguatan edukasi publik terkait protokol kesehatan dan sosialisasi vaksinasi Covid-19 dengan lebih massif.

Selain perlunya memberi informasi aktual dan faktual, Kemenag juga mengusulkan pelibatan tokoh agama harus ditingkatkan lagi.

"Pemerintah perlu menjaga kepercayaan publik. Pemerintah dan pihak terkait perlu menjelaskan secara lengkap dan transparan ke publik terkait vaksin dan rencana vaksinasi," demikian rekomendasi dari hasil survei yang dilakukan Badan Litbang Kemenag RI.

Terkait jaminan kehalalan Vaksin Covid-19, Kemenag juga memberi catatan terkait dengan perlunya penjelasan dari BOM dan MUI kepada publik secara terbuka dan transparan.

Sasaran survei Badan Litbang diklat Kemenag diantaranya, 78 persen usia produktif, 58 persen tinggal di perkotaan yang berpendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan.

Selain data sasaran responden, 67 persen tidak berafiliasi dengan ormas keagamaan dan 78 merupakan umat biasa.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43