Pernyataan Ribka Tidak Berarti Mayoritas Komisi IX Menentang Vaksinasi

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning menolak disuntik vaksin/Repro

Pemerintah harus berbenah diri dalam mengomunikasikan vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan secara massal kepada masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena merespons dinamika yang terjadi pasca pernyataan anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning yang menilak disuntik vaksin Sinovac.

Ia menjelaskan, respons keras yang disampaikan politisi PDIP tersebut tak lain karena dalam pembahasan bersama Komisi IX, pemerintah tak blak-blakan soal mekanisme vaksinasi Sinovac yang belum lama ini baru mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas, Obat dan Makanan (BPOM).

Namun demikian, ia menegaskan penolakan vaksin oleh Ribka tidak mewakili mayoritas Komisi IX DPR RI dalam menyikapi vaksin Sinovac.

"Penjelasan tidak clear inilah yang akhirnya hal-hal seperti kemarin (penolakan Ribka Tjiptaning) seolah-olah menentang vaksinasi. Padahal kalau saya sendiri perspektifnya positif. Secara umum di Komisi IX tidak ada masalah dengan vaksinasi," kata Melki dalam serial webinar Tanya Jawab Cak Ulung bertema 'Politik Vaksin Covid-19' yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/1).

"Jadi penjelasan secara clear kepada publik ini menjadi catatan yang harus diperbaiki pemerintah," sambungnya.

Kegelisahan Ribka soal kasus kematian akibat vaksin pun diakui Melki Laka Lena baru dibahas Kementerian Kesehatan dalam rapat kerja bersama Komisi IX hari ini. Dalam rapat, Kemenkes menjelasakan temuan Ribka soal adanya kematian 12 orang di Majalaya usai disuntik vaksin kaki gajah.

"Tadi, Kemenkes dan Bio Farma menjelaskan yang dimaksud Ribka terkait ada kematian akibat vaksin terjadi karena ada strain baru, kemudian ada persoalan di Majalaya sana yang kemudian (mengakibatkan) meninggal dunia. Sebenarnya penjelasan seperti ini kan bisa dijelaskan kepada publik," jelasnya.

Oleh karenanya, legislator Fraksi Golkar ini pun menganggap pernyataan Ribka Tjiptaning tak akan menjadi masalah bila dibarengi dengan penjelasan yang masuk akal dari pemerintah.

“Itu sebetulnya biasa saja, jangan kita anggap sebagai luar biasa. Semua, kita bisa berpendapat dan sebagainya,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Survei KedaiKOPI: Mayoritas Masyarakat Menilai Banyaknya OTT Adalah Bukti Keberhasilan KPK
Politik

Survei KedaiKOPI: Mayoritas ..

25 Januari 2021 19:22
Mentan: Izin Ketua, Saya Mohon Maaf Dan Mohon Didukung
Politik

Mentan: Izin Ketua, Saya Moh..

25 Januari 2021 18:34
Sandiaga Uno Berencana Berkantor Di Bali, Pelaku Parekraf Sambut Baik
Politik

Sandiaga Uno Berencana Berka..

25 Januari 2021 18:19
Dicecar Komisi IV DPR Soal Daging Sapi, Mentan Malah Curhat
Politik

Dicecar Komisi IV DPR Soal D..

25 Januari 2021 17:59
JK Dekat Dengan Joe Biden, Syaifullah Tamlifa: Jangan-jangan Ada Juga Pejabat Yang Dekat Dengan China
Politik

JK Dekat Dengan Joe Biden, S..

25 Januari 2021 17:47
Jokowi Bakal Tebar Uang Hingga Rp 372 Triliun Untuk Tujuh Program Bansos Tahun Ini
Politik

Jokowi Bakal Tebar Uang Hing..

25 Januari 2021 17:34
Mantan HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Respons PAN
Politik

Mantan HTI Dilarang Ikut Pem..

25 Januari 2021 17:31
Demi Target Besar Di 2024, PPP Subang Fokus Perkuat Kaderisasi
Politik

Demi Target Besar Di 2024, P..

25 Januari 2021 17:22