Tak Berpatok Pilkada 2020, PAN Lebih Pilih Konsolidasi Organisasi Untuk Pilpres 2024

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi/Net

Partai Amanat Nasional (PAN) telah memiliki strategi tersendiri untuk bertarung pada Pemilu 2024 mendatang, baik untuk Pileg maupun Pilpres 2024.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, pihaknya lebih memilih strategi penguatan organisasi baik dari tingkat provinsi hingga tingkat desa guna meraih hasil maksimal di 2024 mendatang.

"Kami sudah lakukan konsolidasi organisasi. Di tingkat provinsi sudah kami selesaikan, tahun ini targetnya konsolidasi seleksi kepemimpinan tingkat kecamatan dan desa," kata Viva Yoga dalam diskusi daring bertema 'Kesiapan Partai Politik Menuju 2024', Kamis (14/1).

Hal tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur partai. Melalui peningkatan kualitas pengurus dan pembekalan ideoloi partai, kata dia, kader PAN diharapkan akan kuat dan militan dalam menjalankan tugas partai di 2024.

Di sisi lain, ia tak sepakat dengan anggapan bahwa hasil Pilkada 2020 lalu menjadi patokan sebuah partai politik dalam gelaran Pilpres 2024. Sebab konfigurasi politik Pilkada dan Pilpres sangat berbeda.

Ia menjelaskan, masing-masing daerah memiliki konfigurasi politik yang berbeda-beda. Oleh karenanya, hasil koalisi di masing-masing daerah dalam Pilkada 2020 tak bisa disamakan dengan koalisi di tingkat nasional.

"Kalau kita memakai Pilkada jadi indikator Pilpres, akan banyak perdebatan dan perspektif yang perlu untuk didiskusikan. Karena, hasil kemenangan Pilkada bukan semata-mata satu parpol, tapi hasil gotong royong koalisi seluruh parpol, baik yang saat ini pendukung pemerintah, maupun di luar pemerintah," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dekati Partai Demokrat AS, Jadi Jalan Mulus Bagi AHY Meraih Tiket RI 1
Politik

Dekati Partai Demokrat AS, J..

25 Januari 2021 14:00
Iwan Sumule: Kalau KPK Belum Berani Tangkap 'Madam', Herman Herry Dulu Lah
Politik

Iwan Sumule: Kalau KPK Belum..

25 Januari 2021 13:44
Program 1.000 Desa Sapi, DPR Murka Terhadap Mentan: Kami Tidak Setuju, Kenapa Tetap Jalan
Politik

Program 1.000 Desa Sapi, DPR..

25 Januari 2021 13:11
Biden Lebih Mudah Berhubungan Dengan SBY, Tapi AHY Belum Waktunya Jadi Capres
Politik

Biden Lebih Mudah Berhubunga..

25 Januari 2021 12:37
Ketua Komisi IV Minta Kementan Fokus Pikirkan Kedelai Dan Daging sapi
Politik

Ketua Komisi IV Minta Kement..

25 Januari 2021 12:26
Pengaruh Joe Biden Ke AHY Tidak Besar, Namun Mesin Politik AS Bisa Berbuat Banyak Hal
Politik

Pengaruh Joe Biden Ke AHY Ti..

25 Januari 2021 11:26
Airlangga Jalan Tengah Bagi Faksi-faksi Di Golkar
Politik

Airlangga Jalan Tengah Bagi ..

25 Januari 2021 10:49
Wartawan Masuk Daftar Vaksinasi Covid-19, AJI Bandarlampung: Tak Perlu Diistimewakan
Politik

Wartawan Masuk Daftar Vaksin..

25 Januari 2021 10:12