Tak Mampu Tekan Sebaran Covid-19, PPKM Dinilai Tidak Efektif

Pengamat Komunikasi Politik dan Kebijakan UPI, Karim Suryadi/Net

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk sejumlah wilayah di Jawa-Bali yang telah diterapkan Pemerintah sejak Senin lalu (11/1) dinilai tidak efektif menekan sebaran Covid-19.

Terbukti, meski PPKM sudah berjalan 1 pekan, kasus harian Covid-19 nasional masih terus meningkat. Bahkan jumlah penambahan kasus sampai pada titik yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Pengamat Komunikasi Politik dan Kebijakan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Karim Suryadi menjelaskan, wujud dari PPKM hanya berupa operasi-operasi yang dilakukan secara sporadis.

Ia tak melihat ada gerakan sistematis yang dilakukan oleh masyarakat dalam usaha mencegah sebaran Covid-19.

"Masih dapat dilihat kerumuman yang terjadi, bahkan yang dilakukan oleh duta vaksin," jelas Karim, Senin (18/1), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, sanksi pelanggaran-pelanggaran kegiatan sosial tidak berdampak menurunkan sebaran Covid-19. Selain itu, meski ada laporan jumlah transportasi di beberapa daerah menurun tetapi tidak drastis, sebab hal tersebut hanya berkaitan dengan aktivitas harian saja.

"Jadi saya mengatakan PPKM tidak efektif karena kehilangan momentum," tambahnya.

Karim juga menilai, penanganan Covid-19 di Indonesia ibarat besi yang telah mendingin. Padahal seharusnya besi ditempa ketika dalam keadaan panas sehingga mudah dibentuk.

Selain itu, faktor kelelahan dan psikologis menghadapi Covid-19 yang tidak segera tuntas juga berpengaruh.

"Ada masalah krusial yakni pengalaman Indonesia dalam mengatasi Covid-19 itu membentuk pengalaman yang salah di kalangan masyarakat," ucapnya.

Guru besar UPI itu menambahkan, Pemerintah Indonesia tidak pernah tegas dalam mengambil keputusan pencegahan Covid-19, masih secara setengah-setengah.

Sehingga, hal tersebut membentuk persepsi yang salah bahwa masyarakat dapat bisa beradaptasi 'dengan cara melakukan kegiatan'. Daripada meninggal di rumah lebih baik melakukan kegiatan di luar.

"Yang terjadi, pengetahuan dan pengalaman yang salah ini membuat masyarakat abai terhadap risiko yang berakibat tingkat risiko terhadap Covid-19 berkurang," tambahnya.

Dia pun mencontohkan, kebanyakan masyarakat memang membawa masker dan memakainya. Akan tetapi, kesalahan cara pemakaian masker di kalangan masyarakat masih sering ditemukan. Bahkan tak sedikit yang tidak mengganti masker.

"Jadi (PPKM) lebih kepada tindakan formalitas saja," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Reuni Kawan Lama, Pertemuan Airlangga-Surya Paloh Diprediksi Bahas Jalan Panjang 2024
Politik

Reuni Kawan Lama, Pertemuan ..

04 Maret 2021 05:53
Kemunculan SBY Bicara Partai Demokrat Indikasi AHY Sedang Panik
Politik

Kemunculan SBY Bicara Partai..

04 Maret 2021 05:19
Hencky Luntungan Tak Hadiri KLB Karena Dana Transportasi, Herman Khaeron: Sejak Awal Bukan Gerakan Organisasi
Politik

Hencky Luntungan Tak Hadiri ..

04 Maret 2021 02:59
LaNyalla Optimis Inovasi Batik AntiBakteri Diminati Masyarakat
Politik

LaNyalla Optimis Inovasi Bat..

04 Maret 2021 02:42
Perpres Miras Dicabut, Qodari: Tudingan Jokowi Anti Islam Terbukti Tidak Benar
Politik

Perpres Miras Dicabut, Qodar..

04 Maret 2021 01:50
Dukung Rehabilitasi Lahan, Luhut: Indonesia Peduli Selamatkan Lingkungan
Politik

Dukung Rehabilitasi Lahan, L..

04 Maret 2021 00:58
BKPM Pastikan Hasil Revisi Perpres Miras Segera Diterbitkan
Politik

BKPM Pastikan Hasil Revisi P..

03 Maret 2021 23:18
MUI: Pencabutan Perpres Miras  Bukti Kenegarawanan Jokowi
Politik

MUI: Pencabutan Perpres Mira..

03 Maret 2021 23:14