Pimpinan Komisi VIII DPR: Tahun Ini Tidak Ada Bantuan Berbentuk Barang

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI fraksi Golkar, TB Ace Hasan Syadzily dalam diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan/RMOL

Pada tahun 2021 ini, pemerintah tidak akan membuat kebijakan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk barang atau natura. Bansos akan tetap ada namun dalam bentuk uang langsung ke penerima manfaat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI fraksi Golkar, TB Ace Hasan Syadzily saat menjadi narasumber dalam Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "Berharap Bansos Turun Tepat Sasaran" pada Selasa (19/1).

"Jadi memang untuk tahun 2021 ini tidak ada bantuan yang berbentuk natura. Misalnya tidak seperti tahun lalu sembako dan lain-lain," kata Ace Hasan.

"Pertanyaan menariknya adalah untuk apa bantuan (tunai) tersebut? Tentu yang paling penting adalah untuk pemenuhan kebutuhan dasar agar masyarakat di tengah pandemi ini memiliki kemampuan untuk survive," imbuhnya.

Politikus Golkar ini mengurai, sedikitnya ada tiga program bansos dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan besaran anggarannya mencapai Rp 86,8 triliun.

Tiga program itu antara lain Program Keluarga Harapan (PKH). Program yang sudah berlangsung lama ini diperuntukkan bagi 10 juta masyarakat yang berpenghasilan paling rendah.

"PKH ini, masyarakat akan mendapatkan program bansos dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, bagi kelompok disabilitas dan lansia. Jumlahnya sebesar Rp 28,7 triliun dan itu di transfer langsung kepada masyarakat," jelas Ace Hasan.

Kedua yakni program kartu sembako atau bantuan pangan non tunai (BPNT). Program ini diperuntukkan bagi 18,8 juta keluarga penerima manfaat.

"Jadi basic-nya keluarga. Jumlah yang akan mereka dapatkan adalah Rp 200 ribu per keluarga per bulan. Mekanisme penyalurannya cash transfer melalui bank Himbara (himpunan bank pemerintah)," kata Ace.

"Mereka (Himbara) nanti akan mengirimkan langsung melalui kartu, kemudian kartunya tersebut untuk membeli kebutuhan dasar. Dengan memanfaatkan e-warung terdekat," sambungnya.  

Ketiga adalah bansos tunai. Bansos ini pemberian bantuan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp 12 triliun. Bansos ini diberikan Rp 300 ribu per keluarga setiap bulan selama 4 bulan.

"Nah, ini disalurkan melalui kantor pos. Jadi, kantor pos menyalurkan langsung kepada penerima manfaat," demikian Ace Hasan.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Gudang Alat Produksi Roti dan 4 Unit Kendaraan Ludes Terbakar

Sabtu, 17 April 2021
Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021

Artikel Lainnya

Ahok Belum Berkelas Untuk Jadi Menteri Investasi
Politik

Ahok Belum Berkelas Untuk Ja..

19 April 2021 05:39
Jadi Syarat Naik Haji, Produsen Sinovac Harus Segera Urus EUL Dari WHO
Politik

Jadi Syarat Naik Haji, Produ..

19 April 2021 04:21
Pers Bukan Ancaman Bagi Keluarga Presiden
Politik

Pers Bukan Ancaman Bagi Kelu..

19 April 2021 03:59
Menteri Tjahjo Banyak Pecat ASN Radikal, Fadli Zon: Jangan-jangan Pemerintah Nggak Ngerti Arti Radikalisme
Politik

Menteri Tjahjo Banyak Pecat ..

19 April 2021 03:21
Jangan Terpancing Provokasi Jozeph Zhang, Biarkan Hukum Yang Bicara
Politik

Jangan Terpancing Provokasi ..

19 April 2021 02:55
Walhi Tuding Kerusakan Parah Bencana NTT Karena Peringatan BMKG Hanya Sebatas Normatif
Politik

Walhi Tuding Kerusakan Parah..

19 April 2021 02:42
Berikan Rasa Aman Wisatawan, Menparekraf Dorong Penerapan CHSE Di Situs Wisata Religi
Politik

Berikan Rasa Aman Wisatawan,..

19 April 2021 02:17
Walhi: Apa Yang Terjadi Di NTT Tidak Murni Sebagai Bencana Alam
Politik

Walhi: Apa Yang Terjadi Di N..

19 April 2021 01:23