Ini Jawaban PBNU Soal Tudingan Elitis Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono/Net

Komedian Pandji Pragiwaksono menyebut Nahdlatul Ulama terlalu elitis dan tidak terbuka dengan masyarakat.

Kata dia, dua ormas itu berbeda dengan FPI yang selalu membuka pintu untuk masyarakat hingga memiliki jemaah yang banyak.

Ketua Harian PBNU Marsudi Syuhud menjawab pernyataan Panji yang menyudutkan NU tidak dekat dengan masyarakat. Kata dia, Pandji harus ingat bahwa NU dan Muhammadiyah sudah ada sebelum Indonesia terbentuk.

“NU adalah organisasi sosial keagamaan yang lahir dari sebelum RI ini berdiri. NU aktif untuk hal urusan sosial dari yang paling kecil di desa di kampung-kampung sampai urusan membela negara untuk kemaslahatan umum,” kata Marsudi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/1).

Dia menegaskan sebagai organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, NU hadir dalam setiap sendi kehidupan masyarakat.

“NU mengurus dari urusan keluarga, mengurus urusan masyarakat dari sebelum lahir hingga urusan meninggal dunia dan juga mengurusi kebudayaan dari adat istiadat setempat yang belum sarungan sampai menjadi sarungan,” urainya.

Selain itu, kehadiran NU di tengah masyarakat ini sangat membantu salah satunya di dunia pendidikan dan agama. NU dikenal sebagai bapak tertua dunia pendidikan Islam.

“Ngajari santri dari satu dua orang sampai jutaan santrinya, dari ngajar huruf hijaiyah di mushola dan masjid yang jumlahnya 800 ribu, sampai kitab jurmiyah, imrithi, alfiyah, aqoid sifat 20, kita kitab akhlaq dan kitab kitab tasawuf, kitab Fiqih sampai bahtsul masail dari kyai dan ustad,” terangnya.

Mursidi juga mengatakan, bahwa NU juga memiliki jamaah yang sangat banyak di seluruh penjuru tanah akr.

“Mursid thoriqoh yang mu'tabaroh jutaan anggotanya dari 43 cabang ajaran thoriqoh mu'tabaroh serta pendidikan ayang jumlahnya 25 ribu sekolahan dan perguruhan tinggi sekolah tinggi 127 universitas, serta 37 rumah sakit dan klinik pengobatan 127, sebagai amal yang riil dan nyata di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, NU bukanlah organisasi yang harus terlihat di media. Namun, kerja nyatanya terlihat selama ini dalam membangun pendidikan Islam di Indonesia.

“Memang tidak terlalu di publikasikan seperti lembaga lain. Tapi, mereka hadir di mana ada bencana di pojok Indonesia mana saja, begitu pula satgas Covid-19 NU punya 1.200 posko," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Saatnya Komnas HAM Diberi Kewenangan Seperti KPK
Politik

Saatnya Komnas HAM Diberi Ke..

16 Mei 2021 03:22
Kutuk Serangan Israel, Ketua DPR RI Dorong Pemerintah Segera Bantu Rakyat Palestina
Politik

Kutuk Serangan Israel, Ketua..

16 Mei 2021 02:49
KAMI Desak Pemerintah Lakukan Tindakan Nyata Bantu Palestina
Politik

KAMI Desak Pemerintah Lakuka..

16 Mei 2021 01:15
Sesalkan Serbuan Tenaga Kerja Asing, KSPI: Pemerintah Harus Adil Dan Berpihak Kepada Buruh Lokal
Politik

Sesalkan Serbuan Tenaga Kerj..

16 Mei 2021 00:55
Guru Besar UGM Harap 75 Pegawai KPK Yang Tak Lolos TWK Berjiwa Ksatria
Politik

Guru Besar UGM Harap 75 Pega..

15 Mei 2021 21:35
Korona Watch Apresiasi Ketua KPK Nonaktifkan 75 Pegawai KPK Tidak Lolos TWK
Politik

Korona Watch Apresiasi Ketua..

15 Mei 2021 21:28
Peluang Capres 2024, Tidak Menutup Kemungkinan Nasib Ganjar Akan Sama Dengan Jokowi
Politik

Peluang Capres 2024, Tidak M..

15 Mei 2021 20:53
Kutuk Israel, Ini Delapan Langkah Politik Partai Ummat Bagi Palestina
Politik

Kutuk Israel, Ini Delapan La..

15 Mei 2021 20:40