Tiga Jurus Pemerintah Menangani Covid-19 Di Tahun 2021

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro/Repro

Penanganan Covid-19 di dalam negeri kembali dirancang oleh pemerintah dengan sedemikian rupa, untuk dijalankan pada tahun 2021 ini.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menerangkan, pemerintah sudah menyusun dan menjalankan program penanganan untuk tahun 2021.

"Pemerintah sekarang ini memiliki tiga jurus melawan serangan Covid-19 diawal tahun ini," ujar Reisa dalam jumpa pers virtual yang disiarakan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat kemarin (22/1).

Lebih lanjut, Reisa memaparkan satu persatu tiga jurus yang dimiliki pemerintah. Di mana yang pertama adalah pendispilinan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relations Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ini mengutip anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai efektivitas penerpaan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

"WHO telah mempertimbangkan semua bukti kajian-kajian sistematis, bahwa penggunaan masker oleh masyarakat umum, ditambah dengan menjaga jarak fisik, ditambah dengan mencuci tangan dengan sabun, ditambah dengan ventilasi yang baik," papar Reisa.

Kemudian untuk jurus yang kedua, dipaparkan Reisa adalah program vaksinasi Covid-19 secara nasional, yang sudah sekitar sembilan hari dimulai untuk tahap pertama, dan akan berlanjut hingga awal tahun 2022 mendatang.

Namun dalam implementasi, Reisa menerangkan upaya pemerintah mensuskseskan program vaksinasi ini ialah dengan tetap menggiatkan edukasi kepada seluruh masyarakat.

"Pemerintah mempersiapkan nakes (tenaga kesehatan) menjadi komunikator yang handal. Sudah sebanyak 42 ribu vaksinator menerima pelatihan keterampilan komunikasi antar pribadi," bebernya.

Adapun untuk jurus yang ketiga, lanjut Reisa, adalah menangkal kabar bohong atau hoax mengenai informasi vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Cara yang dilakukan pemerintah ntu menangkal hoax adalah denga membangun sebuah platform digital yang sudah bisa digunakan masyarakat untuk mengecek kebenaran suatu informasi.

"Cara mudah mebuktikan hoax yakni pertama buka (website) s.id/infovaksin, lalu klik cek dan buktikan hoax, masukan kata kunci yang dicari dan kemudian baca penjelasan tentang informasi tersebut. Setelah itu baru sebarkan. Dan apabila berita tidak benar, stop, berhenti di tangan kita dan langsung laporkan ke aduan konten.id," terang Reisa.

"Tenaga kesahatan kita butuh dukungan moral kita, bukan berita salah atau menyesatkan yang malah membuat orang menjadi patah semangat," pungkasnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Gde Siriana: Penularan Covid-19 Nggak Kenal Alasan, Pak Presiden!
Politik

Gde Siriana: Penularan Covid..

25 Februari 2021 00:39
Ketua DPD RI Apresiasi Kinerja Kapolda Jatim Terkait Penanganan Covid-19
Politik

Ketua DPD RI Apresiasi Kiner..

25 Februari 2021 00:01
Survei Membuktikan PDIP Tetap Kokoh
Politik

Survei Membuktikan PDIP Teta..

24 Februari 2021 23:24
Analisa Hifdzil Alim Usai Tangani Sebelas Perkara Hasil Pilkada Di MK
Politik

Analisa Hifdzil Alim Usai Ta..

24 Februari 2021 23:20
SBY: Selama Hayat Dikandung Badan, Saya Jadi Benteng Siapapun Pengganggu Demokrat
Politik

SBY: Selama Hayat Dikandung ..

24 Februari 2021 22:36
SBY Akui Demokrat Belakangan Sering Diserang Secara Masif Dan Sistematis
Politik

SBY Akui Demokrat Belakangan..

24 Februari 2021 22:25
Turun Gelanggang, SBY: Berapa Pun Uang Anda, Demokrat Not For Sale!
Politik

Turun Gelanggang, SBY: Berap..

24 Februari 2021 21:55
Bisa Bantu Ekonomi Masyarakat, LaNyalla Dorong Pemanfaatan Porang
Politik

Bisa Bantu Ekonomi Masyaraka..

24 Februari 2021 21:09