Menko Airlangga Beberkan Enam Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia /Repro

Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah dalam strategi akselerasi pertumbuhan ekonomi tahun 2021.

Dijelaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, strategi pertama yakni melalui vaksinasi Covid-19 yang saat ini sudah mulai berjalan. Kedua yakni melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Langkah ketiga, kata Airlangga, melalui Undang-Undang Cipta Kerja, yaitu merevisi UU terkait investasi dan menghapus diskriminasi terhadap arus investasi langsung (FDI) dalam UU Sektoral yang diharapkan mendorong investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi kemiskinan.

Keempat keberpihakan kebijakan ekonomi pada sektor UMKM seperti subsidi bunga KUR berupa peningkatan plafon KUR dan perpanjangan tambahan subsidi bunga 3% selama 6 bulan. Langkah kelima, penyusunan DPI (Daftar Prioritas Investasi) atau positive list.

“Keenam, sovereign wealth fund atau lembaga pengelola investasi, dan strategi pengungkit pertumbuhan lainnya. Kita melihat ekonomi global terkontraksi sebesar 3,5% hingga 4,4% dan Indonesia diperkirakan year to date di tahun 2020 ini antara -2,2% sampai -0,9%," kata Airlangga dalam webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) bertema 'Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan, dan Strategi Kebijakan', Rabu (27/1).

Airlangga meyakini vaksin Covid-19 menjadi game changer. Selain itu, lembaga internasional seperti IMF pun telah memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia akan lebih baik di 2021 dan 2022.

Pada tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan penerimaan negara mencapai Rp 1.743,6 triliun. Meski menurun 1,8% dari target awal, namun masih lebih tinggi dari realisasi pendapatan negara pada tahun 2020 yang sebesar Rp 1.633,6 triliun.

Dalam webinar yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berujar bahwa dengan target sebesar itu, pemerintah harus bekerja lebih keras dari sebelumnya.

"Untuk tahun 2021, penerimaan negara akan ditargetkan Rp 1.743,6 triliun. Ini adalah suatu tingkat penerimaan negara yang cukup optimistis karena memang Covid-19 akan menjadi suatu faktor yang harus kita perhitungkan,” jelas Sri Mulyani.

Selain Airlangga dan Sri Mulyani, turut hadir dalam diskusi daring tersebut di antaranya Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso; Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Franky O Widjaja; dan Ketua MWA UI, Saleh Husin.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Saatnya Komnas HAM Diberi Kewenangan Seperti KPK
Politik

Saatnya Komnas HAM Diberi Ke..

16 Mei 2021 03:22
Kutuk Serangan Israel, Ketua DPR RI Dorong Pemerintah Segera Bantu Rakyat Palestina
Politik

Kutuk Serangan Israel, Ketua..

16 Mei 2021 02:49
KAMI Desak Pemerintah Lakukan Tindakan Nyata Bantu Palestina
Politik

KAMI Desak Pemerintah Lakuka..

16 Mei 2021 01:15
Sesalkan Serbuan Tenaga Kerja Asing, KSPI: Pemerintah Harus Adil Dan Berpihak Kepada Buruh Lokal
Politik

Sesalkan Serbuan Tenaga Kerj..

16 Mei 2021 00:55
Guru Besar UGM Harap 75 Pegawai KPK Yang Tak Lolos TWK Berjiwa Ksatria
Politik

Guru Besar UGM Harap 75 Pega..

15 Mei 2021 21:35
Korona Watch Apresiasi Ketua KPK Nonaktifkan 75 Pegawai KPK Tidak Lolos TWK
Politik

Korona Watch Apresiasi Ketua..

15 Mei 2021 21:28
Peluang Capres 2024, Tidak Menutup Kemungkinan Nasib Ganjar Akan Sama Dengan Jokowi
Politik

Peluang Capres 2024, Tidak M..

15 Mei 2021 20:53
Kutuk Israel, Ini Delapan Langkah Politik Partai Ummat Bagi Palestina
Politik

Kutuk Israel, Ini Delapan La..

15 Mei 2021 20:40