Pilkada 2024 Saja Belum Dijalankan, Kok Regulasinya Mau Diubah?

PDIP Minta Pilkada Tetap Digelar 2024

Ketua DPP PDIP yang juga anggota DPR RI, Djarot Saiful Hidayat/Net

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai revisi UU Pilkada serentak belum diperlukan. Pasalnya, menyoal pilkada ini bukan terletak pada substansi UU-nya, namun lebih pada aspek pelaksanaannya.

Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP yang juga anggota DPR RI, Djarot Saiful Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/1).

"Evaluasi pilkada penting, namun belum mengarah pada urgensi perubahan UU Pilkada," ujar Djarot.

Anggota Komisi II DPR ini setuju pelaksanaan Pilkada serentak 2020 kemarin dievaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan kualitas demokrasi. Hanya saja, belum diperlukan pada perubahan UU Pilkada itu sendiri.

"Atas dasar hal tersebut, sebaiknya pilkada serentak tetap diadakan pada tahun 2024. Hal ini sesuai dengan desain konsolidasi pemerintahan pusat dan daerah," tuturnya.

Djarot menambahkan, ketidakperluan perubahan UU Pilkada ini mengingat pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang merupakan salah satu materi muatan pokok UU tersebut. Hal ini guna menjaga kesinambungan dan kesesuaian jadwal antara pileg, pilpres dan pilkada 2024.

"Pilkada serentak 2024 yang diatur dalam UU tersebut belum dijalankan, bagaimana perubahan akan dilakukan? Jadi, dilaksanakan dulu tahun 2024, baru dievaluasi," kata Djarot.

Dengan demikian, lanjut Djarot, daripada melakukan revisi UU Pilkada, sebaiknya difokuskan pada upaya mengatasi pandemi berikut seluruh dampak akibat Covid-19, khususnya dampak di bidang perekonomian rakyat.

"Pemerintah dan DPR RI tidak perlu membuang-buang energi yang berpotensi ketegangan politik akibat seringnya perubahan UU Pemilu. Lebih baik fokus kita mengurus rakyat agar segera terbebas dari Covid-19. Pelaksanaan pilkada yang penting untuk dievaluasi, bukan perubahan UU-nya," ucapnya.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Rektor DO Mahasiswa Karena Didemo, Nasdem: Seharusnya Dia Bersyukur, Kampus Ada Dinamika
Politik

Rektor DO Mahasiswa Karena D..

26 Februari 2021 01:15
KNPD: Inkonstitusional, Desakan KLB Tidak Sesuai AD/ART Partai Demokrat
Politik

KNPD: Inkonstitusional, Desa..

26 Februari 2021 00:49
Pengamat: Kalaupun Tidak Maju Sendiri, Capres Gerindra Akan Ditentukan Oleh Prabowo
Politik

Pengamat: Kalaupun Tidak Maj..

26 Februari 2021 00:13
Kenapa Isu KLB Tidak Menyasar PAN Tapi Cuma Demokrat, Padahal ...
Politik

Kenapa Isu KLB Tidak Menyasa..

25 Februari 2021 23:28
Tokoh Muda Sarat Pengalaman, Alasan Akbar Tanjung Dukung Dave Laksono Jadi Ketum Kosgoro 1957
Politik

Tokoh Muda Sarat Pengalaman,..

25 Februari 2021 23:00
Gede Pasek Ungkit Janji SBY, Syahrial Nasution: Rombongan AU Bikin Demokrat Rusak
Politik

Gede Pasek Ungkit Janji SBY,..

25 Februari 2021 22:59
Komisi I DPR: OTT Jualan Konten Tapi Tak Bayar Pajak, Ini Tidak Adil
Politik

Komisi I DPR: OTT Jualan Kon..

25 Februari 2021 22:39
Anggap KLB Upaya Mencomot Demokrat, Pengamat: Semua Yang KLB SK Kepengurusannya Ditandatangani Menkumham
Politik

Anggap KLB Upaya Mencomot De..

25 Februari 2021 22:36