Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Tanggapi Din Syamsuddin, PBNU: Tak Masalah Mau Wakaf Dimana Saja

LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Sabtu, 30 Januari 2021, 16:14 WIB
Tanggapi Din Syamsuddin, PBNU: Tak Masalah Mau Wakaf Dimana Saja
Ketua PBNU Marsudi Syuhud/Net
Tokoh bangsa yang juga Ketua Umum Muhammadiyah periode 2005-2015 Prof. Din Syamsuddin justru menyerukan kepada umat Islam agar gemar berwakaf, baik uang maupun harta ke organisasi atau lembaga Islam, bukan kepada pemerintah yang meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU).

Din menganggap,  jika wakaf disalurkan ke ormas atau lembaga Islam karena selama ini sudah berjuang untuk memajukan kehidupan bangsa. Memajukan kehidupan bangsa melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi, serta pembangunan masjid, mushalla, dan sarana dakwah lainnya.

Ketua PBNU Marsudi Syuhud beranggapan, wakaf bisa dimana saja dan yang terpenting masyarakat bersedia untuk melakukan wakaf.

"Ya boleh-boleh saja (wafaf ke ormas dan lembaga islam bukan ke pemerintah) yang penting mau wakaf saja. Intinya sesungguhnya disitu," kata Marsudi Syuhud saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (30/1).

Dikatakannya, badan-badan wakaf sudah ada di setiap lembaga baik NU, Muhhamadiyah maupun pemerintah. Ia menegaskan, bahwa yang terpeting dari itu semua ialah semangat masyarakat untuk melakukan wafaf.

"Mau ke NU bagus, Muhammadiyah bagus, mau ke BWI (Badan Wakaf Indonesia) yang dibikin pemerintah lembaganya bagus. Bagus semua," tandas Marsudi Syuhud.

Presiden RI Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021, Senin (25/1).

Jokowi mengatakan pemerintah mencari jalan untuk mengurangi ketimpangan sosial dan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Tanah Air. Salah satu langkah tersebut yakni melalui pengembangan dan pengelolaan lembaga keuangan syariah.

"Salah satu langkah terobosan yang perlu kita pikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf. Potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak maupun benda bergerak termasuk wakaf dalam bentuk uang," ujar Kepala Negara.

Wapres Maruf Amin yang juga ikut saat peluncuran mengatakan, wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang memuat pesan kepedulian, berbagi, dan upaya melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Wakaf juga memiliki dimensi ekonomi, dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Wakaf disebut juga sebagai sedekah jariyah. Maksudnya amal sedekah yang pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya (wakif), selama pokok harta benda yang disedekahkan itu masih ada dan hasilnya dimanfaatkan untuk perbuatan kebajikan.

Jelas Maruf Amin yang dilansir dari akun Twitter miliknya, potensi wakaf uang di Tanah Air mencapai Rp 180 triliun. Potensi yang besar tersebut karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi.


EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA