Viral Soal 'Ganjar Tidak Pernah Shalat', Seknas Jokowi Minta Mendikbud Dan Menag Ambil Sikap

Soal ujian sekolah yang menyebut nama "Ganjar tidak pernah shalat"/Net

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus ambil sikap pada viralnya soal ujian sekolah yang menyebut nama "Ganjar tidak pernah shalat".

Desakan tersebut disampaikan Sekjen Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi yang sangat menyesalkan adanya soal ujian sekolah yang menyudutkan "Ganjar" dengan menyebut tak pernah shalat padahal beragama Islam.

Menurut Dedy, penyebutan Ganjar dalam soal ujian sekolah  yang beredar, bisa di tafsirkan sebagai sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.  

"Penyebutan dalam soal ujian sekolah yang menyebut Pak Ganjar tak pernah shalat adalah kesengajaan yang dilakukan oleh guru pembuat soal ujian itu," tegas Dedy di Jakarta, Selasa(9/2).

Seperti diketahui, sebuah soal ujian yang beredar dan bernada provokatif viral di media sosial. Dilihat dari foto tangkapan layar soal ujian tersebut, tampak Ganjar disebut beragama Islam namun tak pernah shalat.

Selain itu, Ganjar dalam narasi soal ujian itu juga disebut tak pernah bersyukur meskipun telah banyak mendapat rezeki.

"Meskipun sudah mendapatkan rezeki yang banyak, Pak Ganjar tidak pernah bersyukur. Sebagai orang Islam. ia pun tidak pernah melaksanakan salat. Pak Ganjar termasuk orang yang...,” demikian bunyi pertanyaan dalam soal tersebut.

Dari pertanyaan dalam isi soal ujian itu, siswa diberi empat pilihan jawaban terkait sikap Ganjar tersebut. A. Beruntung; B. Beriman; C. Bangkrut; D. Rugi.

Menyikapi pertanyaan dalam soal ujian seperti itu, Seknas Jokowi menyatakan, Mendikbud Nadiem Makariem dan juga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak boleh diam saja.

Karena apa yang ditulis di dalam soal ujian seperti yang beredar merupakan propaganda yang merugikan nama Gubernur Jawa Tengah.

"Kami minta kementerian yang membidangi pendidikan untuk tidak diam, tapi bergerak melakukan investigasi untuk menemukan siapa yang membuat dan soal ujian di sekolah mana serta memberi sanksi tegas kepada pelakunya," tegas Dedy Mawardi.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Rapimnas Golkar Usai, Aspirasi Dari Bawah Ingin Airlangga Jadi Capres 2024
Politik

Rapimnas Golkar Usai, Aspira..

06 Maret 2021 17:26
Analisa Pengamat, Sikap Pemerintah Terhadap Demokrat Jadi Pembuktian Komitmennya Pada Demokrasi
Politik

Analisa Pengamat, Sikap Peme..

06 Maret 2021 16:55
Orang Dekat Anas Urbaningrum Tuding KLB Sumut Buah Dari Perilaku SBY Di Masa Lalu
Politik

Orang Dekat Anas Urbaningrum..

06 Maret 2021 16:13
DPD Dan DPC Se-Sumut Tolak Penetapan Moeldoko Versi KLB Sibolangit
Politik

DPD Dan DPC Se-Sumut Tolak P..

06 Maret 2021 15:55
Ketua Senator Minta Ivermectin Diuji Klinis Agar Tidak Kontroversi
Politik

Ketua Senator Minta Ivermect..

06 Maret 2021 15:21
Kritik Bulog Impor 1 Juta Ton Beras, Indef: Akan Hancurkan Harga Di Tingkat Petani
Politik

Kritik Bulog Impor 1 Juta To..

06 Maret 2021 15:16
Diamnya Jokowi Kepada Moeldoko Berdampak Kepada Kredibilitas Pemerintahannya
Politik

Diamnya Jokowi Kepada Moeldo..

06 Maret 2021 15:07
Peristiwa Yang Menimpa Demokrat Rangkaian Jegal AHY Jadi Capres
Politik

Peristiwa Yang Menimpa Demok..

06 Maret 2021 14:56