Airlangga Hartarto Yakin Akan Lahir Pemimpin Nasional Dari Gemblengan Golkar Institute

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto/RMOL

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengingatkan para kader yang telah digembleng dalam kursus singkat di Golkar Institute untuk terus mengasah diri. Sehingga, saat dipercaya rakyat, siap memimpin di manapun, di daerah atau di level nasional.

Demikian disampaikan Airlangga saat memberi sambutan di acara Studium Generale, Angkatan Pertama Golkar Institute, di Jakarta, Jumat (12/2).

Menurut Menko Perekonomian itu, para kader Partai Golkar yang menjadi peserta gelombang pertama dalam program Golkar Institute adalah generasi penerus yang kini menjadi pimpinan di daerah.

"Kita semua berharap bahwa dengan tambahan bekal pengetahuan dari program singkat ini, para kader Golkar akan tumbuh menjadi pemimpin yang sukses dalam memajukan daerah masing-masing," katanya.

Airlangga juga yakin, sekian tahun kelak, dari angkatan pertama ini Golkar Institute ini atau dari angkatan-angkatan selanjutnya, akan muncul pemimpin daerah dari Partai Golkar yang gilang gemilang dan tampil ke panggung    nasional untuk memimpin Indonesia.

"Karena itu, para kader Golkar harus terus mengasah diri, belajar dan menimba pengalaman pemerintahan, serta secara sungguh-sungguh meningkatkan kehidupan rakyat di wilayah masing-masing," ujarnya.

Airlangga menambahkan, kader beringin cukup beruntung sebab Partai Golkar telah memiliki akar yang kuat dalam sejarah Indonesia. Golkar lahir sebagai kekuatan pembaruan dengan filosofi yang jelas yaitu doktrin karya dan kekaryaan. Ini sebuah doktrin yang persis sama artinya dengan ungkapan latin "Opus Operis" yang tercantum dalam logo Golkar Institute.

"Dengan doktrin ini, setiap kader beringin harus mengutamakan karya, atau kerja, atau usaha yang konkret untuk memajukan kehidupan rakyat. Buat kita, kerja politik adalah upaya pengabdian tanpa akhir yang harus  dilakukan dengan sepenuh hati," katanya.

Perwujudan doktrin karya dan kekaryaan, menurut Airlangga membutuhkan kombinasi yang produktif antara keahlian teknokratis dan kemampuan berpolitik. Karena itu, setiap kader dan pemimpin Partai Golkar diharapkan memahami dengan baik seluk-beluk kebijakan publik. Sekaligus menguasai metode penerapannya dalam dunia pemerintahan, baik dalam dunia eksekutif maupun legislatif. Serta mengerti cara terbaik untuk merebut dukungan rakyat.

"Itulah kunci sukses Partai Golkar selama ini," ujarnya.

Kata Airlangga lagi, zaman datang silih berganti. Tetapi Golkar sebagai partai tetap eksis. Bahkan lebih dari itu, telah memberi kontribusi yang sangat berarti bagi stabilitas politik. Bagi demokrasi. Serta bagi kemajuan Indonesia.        

"Selain doktrin ini, sejak awal kelahirannya kekuatan beringin senantiasa mengawal fondasi kebangsaan kita yaitu Pancasila, NKRI ,UUD 1945, dan prinsip mulia Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Ditegaskan Airlangga, bagi Partai Golkar,  fondasi kebangsaan    ini adalah    warisan bersama yang tidak boleh lekang oleh waktu. Walau kata dia, dalam dunia politik, memang harus ada ruang yang memadai untuk bernegosiasi.    Fleksibilitas dan tawar-menawar merupakan hal yang niscaya dalam panggung pemerintahan.

"Namun bagi kita, semua itu dilakukan harus dengan garis batas yang jelas. Fondasi kebangsaan bersifat non-negotiable, tidak bisa ditawar, dan harus     kita kawal sampai kapan pun sebagai dasarnya jati diri bangsa Indonesia," ujarnya.

Dengan fondasi yang mengakar, imbuhnya, tugas Golkar ke depan adalah memastikan kesinambungan serta percepatan kemajuan di segala bidang, khususnya bidang-bidang kehidupan yang bersifat strategis. Yang pasti, Golkar berkomitmen untuk terus memantapkan demokrasi Indonesia. Dan itu dibuktikan dalam perjalanan sejarah.

Setelah era Orde Baru, Partai Golkar bertekad untuk menjadi kekuatan reformasi. Mengambil pelajaran berharga dari masa lalu, sambil melangkah ke masa depan.

"Kita menjadi kekuatan yang mengambil jalan moderasi, mewujudkan cita-cita partai terbuka yang bersifat dinamis," ucap Airlangga.

Kolom Komentar


Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Didambakan Tapi Sulit Jadi Kenyataan, Koalisi Poros Islam Bisa Saja Usung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Politik

Didambakan Tapi Sulit Jadi K..

19 April 2021 11:59
Siang Ini, Anies Akan Sampaikan LKPJ 2020 Di Rapat Paripurna DPRD DKI
Politik

Siang Ini, Anies Akan Sampai..

19 April 2021 11:48
Rizal Ramli: Marhaenisme Jadi Ideologi Keberpihakan Bung Karno Ke Petani Gurem, Kok Tega-teganya PDIP Dukung Impor Pangan?
Politik

Rizal Ramli: Marhaenisme Jad..

19 April 2021 11:44
Pemindahan Aset BUMN Ke LPI Diduga Bertentangan Asas Lex Superior Derogat Legi Inferiori
Politik

Pemindahan Aset BUMN Ke LPI ..

19 April 2021 11:43
Nabil Haroen: Kalau Larangan Mudik Mengambang Tidak Akan Efektif
Politik

Nabil Haroen: Kalau Larangan..

19 April 2021 11:13
Soal Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Gus Yasin: Akibat Penafsiran Toleransi Yang Kebablasan
Politik

Soal Penistaan Agama Jozeph ..

19 April 2021 11:10
Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipanggil Ke Istana, Terkait Reshufle?
Politik

Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipan..

19 April 2021 10:48
Dikabarkan Ada Di Jerman, PPP Desak Kemlu-Kemenkumham Cabut Paspor Joseph Paul Zhang
Politik

Dikabarkan Ada Di Jerman, PP..

19 April 2021 10:38