Beathor Suryadi Bandingkan Pemahaman Demokrasi Moeldoko Dengan Ali Ngabalin

Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Bambang Beathor Suryadi/Net

Presiden Joko Widodo didesak untuk melakukan langkah nyata dalam mewujukan niat baiknya merevisi UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Caranya, dimulai dari lingkar istana. Dalam hal ini, pejabat yang dekat dengan presiden harus mencabut setiap laporan yang dilakukan dengan menggunakan pasal karet yang ada di UU ITE.

Begitu jelas mantan Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Bambang Beathor Suryadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/2).

Secara spesifik, Beathor Suryadi menyoroti laporan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik.

Di mana dalam laporan bernomor  LP/7209/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Desember 2020 itu, Ngabalin menggunakan Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU ITE.

“Bukti omongan Jokowi, hapus pasal karet harus dibuktikan dari Istana. Ngabalin harus cabut LP Polda Metro atas kritikan Beathor Suryadi,” ujar mantan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) itu.

Dalam kasus ini, Beathor mengaku hanya mengkritik aksi penyidik KPK yang membebaskan Ngabalin saat terjadi operasi tangkap tangan di Bandara Soekarno-Hatta. Di mana saat OTT tersebut Ali Ngabalin sedang bersama dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang kini menjadi tersangka kasus ekspor benur.

Lebih lanjut, dia membandingkan sikap Ngabalin dengan Kepala KSP Moeldoko yang lebih santun. Menurutnya, Moeldoko lebih paham demokrasi ketimbang Ngabalin.

Moeldoko, sambungnya, menanggapi tudingan kudeta Partai Demokrat dengan santai dan bukan melapor ke polisi.

“Moeldoko pejabat istana yang santun dan paham demokrasi. Fitnah keji kudeta itu dijawabnya dengan konpers dan ngopi-ngopi. Bukan melapor ke Polda atas isu kudeta tersebut,” urainya.

Sementara Ngabalin, kata Beathor, sebagai bawahan Moeldoko tidak mencerminkan sikap serupa. Ngabalin justru melaporkan dirinya saat ada kritik soal OTT KPK.

“Staf KSP melapor ke Polda Jaya atas kritikan Beathor Suryadi terhadap sikap Novel Baswedan yang membebaskan Ngabalin saat OTT,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Andi Mallarangeng: SBY Sedih, Moeldoko Jadi Begal Politik
Politik

Andi Mallarangeng: SBY Sedih..

06 Maret 2021 11:20
Moeldoko Tak Lebih Dari Sutiyoso Dan Hedropriyono Yang Gagal Besarkan Partai
Politik

Moeldoko Tak Lebih Dari Suti..

06 Maret 2021 11:11
LaNyalla: Pemerintah Harus Antisipasi Kemiskinan Anak Imbas Covid-19
Politik

LaNyalla: Pemerintah Harus A..

06 Maret 2021 10:58
Demokrat: Pasca KLB Ilegal, Sekarang Ada Di Tangan Presiden Jokowi
Politik

Demokrat: Pasca KLB Ilegal, ..

06 Maret 2021 10:49
Rakyat Baca KLB Deliserdang Sebagai Permainan Kasar Moeldoko Kepanjangan Tangan Kekuasaan
Politik

Rakyat Baca KLB Deliserdang ..

06 Maret 2021 10:46
Bukan Dualisme, Persoalan Di Demokrat Murni Pembajakan Parpol Oleh Pejabat Negara
Politik

Bukan Dualisme, Persoalan Di..

06 Maret 2021 10:15
Pernah Pemenang Pemilu, Surya Paloh Prihatin Atas Kemelut Yang Menimpa Partai Demokrat
Politik

Pernah Pemenang Pemilu, Sury..

06 Maret 2021 09:59
Kader Muda Demokrat Siap Lawan Pendongkelan Kepemimpinan AHY
Politik

Kader Muda Demokrat Siap Law..

06 Maret 2021 09:31