Eks Kabais Desak Densus 88 Antiteror Periksa Munarman

Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman/Net

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dinilai perlu memeriksa mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Pemeriksaan akan membuka titik terang dugaan keterlibatan yang bersangkytan dalam aksi terorisme.

Desakan ini disampaikan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto kepada wartawan, Rabu (17/2).

"Saya kira Munarman bisa dimintai keterangan oleh Densus," katanya.

Desakan Soleman Ponto itu didasari adanya dugaan Munarman menghadiri acara baiat jaringan terorisme ISIS di Makassar, Sulawesi Selatan setelah ada pengakuan dari terduga teroris. Selain itu, beredar video Munarman menghadiri pembaiatan terduga teroris.

Namun, hingga kini Densus 88 belum memeriksa Munarman terkait dugaan ia terkait aksi terorisme. Terkait kemungkinan Densus mengajukan pencekalan terhadap Munarman, menurut Soleman, itu tergantung data yang dimiliki Densus.

"Mungkin Densus masih mengumpulkan data lebih akurat lagi biar sekali jalan. Kan tidak mungkin terlalu cepat," ujar Soleman.

Sedangkan Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi mengatakan Munarman patut diduga menyembunyikan informasi tentang aktivitas teroris. Dugaan itu muncul lantaran Munarman menghadiri pembaiatan kelompok ISIS tapi tidak melapor ke polisi.

Karena tidak melapor aktivitas terorisme, Munarman patut diduga melanggar Pasal 13 huruf C UU Terorisme.

"Sampai saat ini Munarman tidak pernah melaporkan kepada polisi terkait adanya itu (kegiatan pembaiatan)," ujar Husin dalam sebuah diskusi online.

Munarman sudah membantah ikut menghadiri kegiatan baiat itu. Menurut Munarman tudingan ia terlibat mendukung ISIS merupakan bagian dari operasi sistematis yang terus berlanjut terhadap FPI dan mantan pengurus.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hatono menegaskan Densus 88 Antiteror pasti memeriksa jika menemukan keterlibatan Munarman.

"Tentunya Densus akan memproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Rusdi.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Rapimnas Golkar Usai, Aspirasi Dari Bawah Ingin Airlangga Jadi Capres 2024
Politik

Rapimnas Golkar Usai, Aspira..

06 Maret 2021 17:26
Analisa Pengamat, Sikap Pemerintah Terhadap Demokrat Jadi Pembuktian Komitmennya Pada Demokrasi
Politik

Analisa Pengamat, Sikap Peme..

06 Maret 2021 16:55
Orang Dekat Anas Urbaningrum Tuding KLB Sumut Buah Dari Perilaku SBY Di Masa Lalu
Politik

Orang Dekat Anas Urbaningrum..

06 Maret 2021 16:13
DPD Dan DPC Se-Sumut Tolak Penetapan Moeldoko Versi KLB Sibolangit
Politik

DPD Dan DPC Se-Sumut Tolak P..

06 Maret 2021 15:55
Ketua Senator Minta Ivermectin Diuji Klinis Agar Tidak Kontroversi
Politik

Ketua Senator Minta Ivermect..

06 Maret 2021 15:21
Kritik Bulog Impor 1 Juta Ton Beras, Indef: Akan Hancurkan Harga Di Tingkat Petani
Politik

Kritik Bulog Impor 1 Juta To..

06 Maret 2021 15:16
Diamnya Jokowi Kepada Moeldoko Berdampak Kepada Kredibilitas Pemerintahannya
Politik

Diamnya Jokowi Kepada Moeldo..

06 Maret 2021 15:07
Peristiwa Yang Menimpa Demokrat Rangkaian Jegal AHY Jadi Capres
Politik

Peristiwa Yang Menimpa Demok..

06 Maret 2021 14:56