Penurunan Elektabilitas PDIP Dan Gerindra Bukan Hanya Karena Kasus Korupsi, Tapi Juga Soal Kondisi Pemerintah

Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah/Net

Merosotnya elektabilitas PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, berdasarkan survei Balitbang Kompas, tak semata karena dipengaruhi penangkapan kader kedua partai akibat tersandung korupsi.

Meskipun, harus diakui, hal tersebut menjadi faktor utama penurunan elektabilitas PDIP dan Gerindra.

“Memperhatikan periode survei Kompas bisa saja penurunan elektabilitas PDIP dipengaruhi kader terjerat korupsi, pun Gerindra. Terlebih, korupsi kader PDIP terkait bansos penanganan pandemi tentu popularitas dan dampaknya jauh lebih kuat dibanding korupsi hal lain,” ucap pengamat politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/2).

Dedi menambahkan, persepsi publik pada PDIP dan Gerindra tidak hanya bersumber dari isu korupsi. Namun, ada hal yang cukup mempengaruhi elektabilitas keduanya. Terutama karena kondisi pemerintah saat ini.

“Lebih jauh lagi soal kondisi pemerintah yang saat ini dipimpin PDIP, artinya iklim kepemimpinan Jokowi juga berdampak. Sangat mungkin terkorelasi pada turunnya kepercayaan pada Presiden, umumnya pada pemerintah,” papar Dedi.

Menurutnya, PDIP perlu melakukan evaluasi internal partai agar tidak ada lagi kasus korupsi yang bisa menurunkan elektabilitas.

“Jadi PDIP perlu mengevaluasi banyak hal. Mulai dari performa Presiden, Ketua DPR, juga kader korupsi di lingkarannya,” tandas Dedi.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Agar Kadernya Bisa Jadi Panutan, Airlangga Pastikan Program Golkar Institute Bakal Terus Berlanjut
Politik

Agar Kadernya Bisa Jadi Panu..

06 Maret 2021 23:53
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko
Politik

Rongrong Wibawa Presiden, DP..

06 Maret 2021 23:04
Tolak Revisi UU Pemilu,  Golkar Instruksikan Kadernya Jadi Ujung Tombak Pemenangan Di Tahun 2024
Politik

Tolak Revisi UU Pemilu, Gol..

06 Maret 2021 22:30
Andi Yusran: KLB Demokrat Sepihak Kehendak Politik Pribadi Moeldoko, Bukan Istana
Politik

Andi Yusran: KLB Demokrat Se..

06 Maret 2021 22:01
Pangi Syarwi: Membela Partai Demokrat Tidak Dijadikan Momentum Oleh Jokowi, Aneh Bin Ajaib!
Politik

Pangi Syarwi: Membela Partai..

06 Maret 2021 21:49
Ngabalin Bantah Pendongkelan Demokrat Ada Andil Jokowi,Tapi Moeldoko Bagian Istana, Lucu
Politik

Ngabalin Bantah Pendongkelan..

06 Maret 2021 20:27
Airlangga Hartarto: Golkar Ingin Menang, Strategi Pemenangan Hasil Rapimnas Tidak Diumbar Ke Publik
Politik

Airlangga Hartarto: Golkar I..

06 Maret 2021 20:26
Menparekraf Sandiaga Bawa Tiga Komitmen Dalam Pembangunan KEK Likupang
Politik

Menparekraf Sandiaga Bawa Ti..

06 Maret 2021 20:22