Denny NJA: Pendukung ’24 Tokoh Harapan’ Jangan Hanya Nonton, Harus Proaktif Memberikan Dukungan

Ilustrasi

Seperti namanya, poling “24 Tokoh Harapan 2024” yang sedang digelar Kantor Berita Politik RMOL tidak menggunakan teknik sampling seperti yang digunakan dalam survei, baik yang sifatnya random atau acak maupun purposive atau sengaja.

Poling yang dimulai sejak hari Senin kemarin (22/2), mengajukan pertanyaan terbuka kepada pembaca di dunia maya tentang siapa tokoh yang diharapkan dapat tampil di panggung kepemimpinan nasional tahun 2024.

Sampai laporan ini disusun, lebih dari 19 ribu dukungan yang masuk. Sementara poling telah di-share atau dibagikan oleh pembaca sebanyak 2.700 kali.

“Kami berterima kasih karena tidak sedikit pembaca yang menganggap poling ini penting untuk dikuti,” Kordinator Poling RMOL, Denny NJA, Selasa malam (23/2).

Berbeda dengan responden dalam survei yang pasif dan memberikan jawaban saat dihubungi baik fisik maupun melalui telepon oleh petugas survei, “responden” poling harus proaktif  merespon pertanyaan yang diajukan secara terbuka.

Tokoh yang pendukungnya aktif akan mendapatkan suara yang signifikan. Ini yang terlihat dari perolehan suara Airlangga Hartarto, Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono, Firli Bahuri, dan LaNyalla Mattalitti, juga Ganjar Pranowo.

“Adapun pendukung tokoh-tokoh lain tampak jelas kurang aktif untuk memberikan suara. Padahal nama-nama seperti Rizal Ramli, Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti, Gatot Nurmantyo, Erick Thohir, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, atau Mahfud MD, selama ini dikenal sebagai tokoh yang memiliki dukungan luas di dunia maya,” sambung Denny NJA lagi.

“Karena sampai hari kedua poling pendukung mereka tidak proaktif, maka untuk sementara mereka harus puas berada di papan bawah,” ujarnya lagi.

Menurut Denny NJA lagi, melihat poling ini sudah dibagikan lebih dari 2.700 kali, semestinya pendukung tokoh-tokoh tersebut telah mengetahui keberadaan poling.

“Juga mengetahui suara untuk tokoh yang mereka sukai cukup atau sangat rendah. Tapi entah mengapa mereka masih memilih untuk menonton,” katanya lagi.

Adapun mengenai maksud dari penyelenggaraan poling ini, Denny NJA mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk membiasakan masyarakat membicarakan calon-calon pemimpin yang diharapkan.

“Kontestasi Pilpres 2024 sudah di depan mata, karena tahapannya akan dimulai tahun depan. Membicarakan calon pemimpin, menimbang kemampuan mereka, harus kita lakukan dari sekarang,” demikian Denny NJA.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Curhat-curhatan Jelang Muscab PKB Jember, 14 PAC Munculkan 2 Nama Calon Ketua DPC
Politik

Curhat-curhatan Jelang Musca..

07 Maret 2021 04:52
Pembegalan Kepemimpinan Demokrat Jadi Sejarah Kelam Demokrasi Indonesia
Politik

Pembegalan Kepemimpinan Demo..

07 Maret 2021 04:35
Pengajuan Sayuti Sebagai Calon Wagub Aceh Oleh PNA Tak Pengaruhi Putusan PDIP
Politik

Pengajuan Sayuti Sebagai Cal..

07 Maret 2021 04:11
Antisipasi Ancaman PAW Dari KLB Ilegal, DPD Demokrat Banten Siapkan Strategi Pencegatan
Politik

Antisipasi Ancaman PAW Dari ..

07 Maret 2021 03:36
Calon Ketum HMI Mengerucut Jadi 26 Nama, Ini Daftar Lengkapnya
Politik

Calon Ketum HMI Mengerucut J..

07 Maret 2021 02:33
Menimba Ilmu Dari Senior, Walikota Surabaya: Saya Ngangsu Kaweruh
Politik

Menimba Ilmu Dari Senior, Wa..

07 Maret 2021 02:04
Daripada Berebut Jadi Nakhoda, Kader PKB Disarankan Jadi ABK Saja
Politik

Daripada Berebut Jadi Nakhod..

07 Maret 2021 01:48
Ketum Golkar Berharap Implementasi UU Cipta Kerja Dipercepat
Politik

Ketum Golkar Berharap Implem..

07 Maret 2021 01:27