Din Syamsuddin: Indeks Korupsi Anjlok Berita Buruk, Amanat Reformasi Belum Jadi Kenyataan

Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Prof Din Syamsuddin/Repro

Turunnya indeks persepsi korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) tahun 2020 sebagaimana dirilis Transparency International Indonesia (TII) sedianya menjadi perhatian serius semua pihak.

Pasalnya, posisi Indonesia melorot 3 poin dari tahun 2019, dengan skor 37 dan peringkat 102 dari 180 negara.

"Ini menunjukkan bahwa korupsi di Indonesia masih belum dapat ditanggulangi," ujar Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Prof Din Syamsuddin, dalam serial sarasehan kebangsaan DN-PIM ken40 bertajuk 'Menyoal Indeks Persepsi Korupsi di Indonesia' pada Kamis (25/2).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menuturkan, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang mengalami penurunan ini disebabkan oleh beberapa variabel.

Berbagai variabel itu diantaranya: penegakkan hukum hingga penegakan demokrasi dan meningkatnya korupsi di Tanah Air dewasa ini.

Menurutnya, hal ini adalah kabar buruk bagi segenap bangsa Indonesia terutama dalam mengupayakan terwujudnya cita-cita reformasi 1998 lalu.

"Karena amanat reformasi antara lain memberantas KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) ternyata setelah 20 tahun belum menjadi kenyataan, bahkan sebagaimana dalam survei tadi terjadi penurunan," demikian Din Syamsuddin.

Selain Din Syamsuddin, narasumber lain dalam diskusi daring tersebut antara lain Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Kepala Pusat Penelitian LIPI Firman Noor, Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy, Koordinator ICW Adnan Topan, dan Anggota DN-PIM Cyrillus I Kerong.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Menguat, Permintaan Dari Akar Rumput Agar Yenny Wahid Jadi Ketum PKB Gantikan Cak Imin
Politik

Menguat, Permintaan Dari Aka..

23 April 2021 05:20
Doa 1/3 Malam Untuk KRI Nanggala 402
Politik

Doa 1/3 Malam Untuk KRI Nang..

23 April 2021 04:21
Kucuran Rp 134 T Tak Cukup Pulihkan Ekonomi, Gde Siriana: Minimal Rakyat Dikasih Rp 300 T
Politik

Kucuran Rp 134 T Tak Cukup P..

23 April 2021 03:44
Dukung Paul Zhang Diadili, GAMKI: Pelaku Lain Juga Harus Ditindak
Politik

Dukung Paul Zhang Diadili, G..

23 April 2021 02:53
Targetkan 11 Kursi DPR Di 2024, Nasdem Jabar Gandeng Tokoh Hingga Selebgram
Politik

Targetkan 11 Kursi DPR Di 20..

23 April 2021 02:37
Kirab Obor Paskah, Anies: Jakarta Adalah Tempat Bertemunya Keberagaman
Politik

Kirab Obor Paskah, Anies: Ja..

23 April 2021 01:20
130 Juta Masyarakat Sulit Akses Perbankan, Ketua DPD RI: BI Harus Segera Buat Terobosan
Politik

130 Juta Masyarakat Sulit Ak..

23 April 2021 00:40
DPR Ungkap Nilai Kebudayaan Bisa Jadi 'Jamu' Efek Buruk Era Digital
Politik

DPR Ungkap Nilai Kebudayaan ..

23 April 2021 00:23