Warisan Teramat Kelam Kepolisian Satu Persatu Harus Dibersihkan Kapolri Listyo Sigit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021/Ist

Sabtu besok (27/1), tepat 1 bulan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri.

Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 27 Januari 2021.

Dalam sebulan kepemimpinannnya, Kapolri sudah menyambangi 5 provinsi untuk mengecek penerapan protokol kesehatan (prokes). Dimulai dari Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Khusus untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolri menyambangi Poso untuk mengecek situasi keamanan dan memberikan dukungan Tim Satgas Mandago yang merupakan Tim Gabungan TNI-Polri untuk menangani masalah keamanan di sana.

Kemudian ke Provinsi Jawa Barat saat Kapolri mengecek jebolnya tanggul Sungai Citarum, sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban banjir di Bekasi, Jawa Barat.

Bisa dibayangkan bagaimana para staf dan bawahan Kapolri dalam menyusun kegiatan-kegiatan Jenderal Listyo hari demi hari.

Terutama dua pekan belakangan ini, saat permasalahan mulai muncul satu persatu ke permukaan.

Yang paling menggemparkan adalah saat Kapolsek Astanaanyar dan 11 anggotanya kedapatan pesta sabu.

Surat Telegram Kapolri langsung dikeluarkan menyikapi skandal Astanaanyar ini. Di mana salah satu poinnya adalah memerintahkan semua Kapolda untuk melakukan tes urine kepada seluruh anggotanya.

Surat Telegram soal ini ditandatangani oleh Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Tes urine belum ada hasil lengkapnya dari seluruh Polda, datang lagi masalah baru.

Seorang oknum polisi kelayapan ke tempat hiburan malam, tak mau membayar tagihannya, dan main tembak kepada 3 orang (salah seorang di antaranya adalah prajurit TNI).

Dalam hitungan jam, keluar Surat Telegram baru untuk melarang seluruh anggota kepolisian kelayapan di tempat hiburan malam dan mengetatkan sistem pakai pinjam senjata api di kalangan internal kepolisian.

Surat Telegram ini ditandatangani Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri.

Dalam 1 bulan, 2 masalah yang sangat menggegerkan telah terjadi mencoreng nama kepolisian.

Ada hikmah yang bisa diambil dari semua ini.

Bahwa ternyata Kapolri Listyo menerima warisan sangat kelam dari Kapolri-Kapolri sebelumnya.

Warisan kelam seperti apa?

Warisan kelam bahwa ternyata selama ini tidak pernah ada peraturan yang tegas dan pengawasan yang ketat soal penyalahgunaan narkoba dan senjata api.

Sehingga sekarang, begitu masalah muncul dan pimpinan Polri menggelar evaluasi.

Terbitlah Surat Telegram.

Melakukan tes urine serentak di seluruh Polda saja tidak pernah terjadi di Kepolisian.

Baru dalam kepemimpinan Listyo Sigit, seluruh Polda wajib melakukan tes urine kepada anggota-anggotanya.

Begitu juga soal gentayangannya oknum polisi di tempat hiburan malam.

Dalam kasus ini, Kapolri sudah harus menindak tegas Kapolda Metro Jaya, Kapolres Jakarta Barat, dan Kapolsek Cengkareng.

Kenapa?

Pandemi corona ini sudah berlangsung selama 11 bulan.

Mengapa Polda Metro, Polres Jakarta Barat, dan Polsek Cengkareng membiarkan ada tempat hiburan malam buka sampai pagi?

Ada aturan yang sangat jelas bahwa seluruh toko, restoran sejenis sudah harus tutup pada pukul 19.00 WIB.

Begitu jauh Kapolri melakukan kunjungan ke Bali, Sulsel, dan Sulbar untuk mengecek penerapan prokes sesuai perintah Presiden.

Tapi bawahan Kapolri di level Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek, mengabaikan penerapan prokes.

Polda Metro Jaya harus belajar dari pengalaman pahit saat Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dicopot oleh Kapolri Idham Azis karena dianggap mengabaikan pelanggaran prokes pada Oktober 2020.

Satu bulan pertama kepemimpinan Kapolri Listyo, satu persatu potret kelam kepolisian yang selama ini dibiarkan terjadi mulai ketahuan.

Tak ada aturan tegas soal narkoba.

Tak ada aturan tegas soal penggunaan senpi.

Listyo mendapat warisan kelam atas semua carut marut  itu.

Dan kini, dalam 1 bulan pertama kepemimpinannya Kapolri terus gigih membenahi perilaku anggota-anggota kepolisian yang selama ini tersembunyi keburukan-keburukannya.

Satu persatu keburukan-keburukan itu dibersihkan dan dibenahi.

Polri, harus sadar, betapa cinta dan betapa besarnya harapan rakyat Indonesia kepada aparat penegak hukum berseragam coklat ini.

Maka ketika terkuak borok demi borok yang selama ini tak pernah ketahuan, Indonesia lantas geger.

Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan)?

Tolong jangan cuma sebatas janji, buktikanlah itu Jenderal Listyo Sigit.

Indonesia menunggu...
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketua DPD Ajak Himpunan Artis Bersama-sama Perangi Pandemi
Politik

Ketua DPD Ajak Himpunan Arti..

20 April 2021 12:18
Soal Menteri Berinisial M Akan Direshuffle, Saiful Anam: Candaan PKB Yang Sedang Menghibur Diri
Politik

Soal Menteri Berinisial M Ak..

20 April 2021 12:12
Alumni ITB Ditangkap Polisi Korsel, Effendi Simbolon: Selama Tidak Melanggar, Kita Beri Perlindungan Hukum
Politik

Alumni ITB Ditangkap Polisi ..

20 April 2021 12:01
KH Hasyim Asyari Hilang Dalam Naskah Kamus Sejarah Indonesia, PKS Protes Keras
Politik

KH Hasyim Asyari Hilang Dala..

20 April 2021 11:54
Berharap Kondisi Di India Tidak Terjadi Di Indonesia, Tolong Jangan Colong Start Mudik
Politik

Berharap Kondisi Di India Ti..

20 April 2021 11:53
Banyak Kejanggalan, Ketua Komisi X Minta Buku Kamus Sejarah Indonesia Ditarik Dari Peredaran
Politik

Banyak Kejanggalan, Ketua Ko..

20 April 2021 11:36
Waspada, Colong Start Mudik Akan Mengancam Pertahanan Kesehatan
Politik

Waspada, Colong Start Mudik ..

20 April 2021 11:24
Ketum Prajaniti Hindu: Abdul Mu'ti Figur Yang Sangat Tepat Jadi Mendikbud
Politik

Ketum Prajaniti Hindu: Abdul..

20 April 2021 11:12