LIPI Prediksi Fenomena Faksionalisasi Semakin Menguat Di Demokrat Usai Pemecatan 7 Kader

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI), Firman Noor/Repro

Keputusan Partai Demokrat memecat 7 kadernya yang dianggap membelot, karena berniat melakukan kudeta, akan meningkatkan potensi perpecahan.

Penilaian itu muncul dari Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI), Firman Noor, dalam diskusi virtual Perspektif Indonesia Smart FM, Sabtu (27/2).

"Sebetulnya genderangnya (perpecahan) semakin keras bertabuh dengan dipecatnya tujuh orang kader Partai Demokrat," ujar Firman.

Fenomena perpecahan yang disitilahkan sebagai fenomena Faksonalisasi, menurut Firman sudah terjadi sejak wacana kudeta Demokrat merebak.

Semenjak itu, dia mempelajari sebab-sebab faktoral yang membuat isu ini semakin menguat hingga terkahir ada wacana terkait Kongres Luar Biasa (KLB).

Firman menjelaskan, ada dua perpektif yang dia tangkap dari fenomena politik di partai besutan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

"Yang pertama saya mau katakan sebagai perpektif intervensi. Ini sifatnya eksternal. Negara di sini adalah faktor determinan atau penyebab," ucap Firman.

"Kedua adalah perpektif internal atau konflik internal. Di sini Moeldoko (Kepala KSP) adalah dampak, dia berangkat dari bawah, dari partai itu sendiri," sambungnya

Dari dua perpektif tersebutlah kemudian Firman menyimpulkan adanya potensi Faksionalisasi di tubuh Demokrat.

Karena jika menilik perspektif pertama, dia melihat intinya ada pada kepentingan negara, sedangkan yang kedua adalah seputar pengelolaan partai yang penuh dengan nuansa dinasti.

"Dan pelaksanaan dari satu pegelaran kongres yang bermasalah begitu ya," tuturnya.

"Ini menarik, karena kombinasi antara eksternal dan internal ini ke depannya akan bisa memicu suatu fenomena faksionalisasi," demikian Firman Noor.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Menguat, Permintaan Dari Akar Rumput Agar Yenny Wahid Jadi Ketum PKB Gantikan Cak Imin
Politik

Menguat, Permintaan Dari Aka..

23 April 2021 05:20
Doa 1/3 Malam Untuk KRI Nanggala 402
Politik

Doa 1/3 Malam Untuk KRI Nang..

23 April 2021 04:21
Kucuran Rp 134 T Tak Cukup Pulihkan Ekonomi, Gde Siriana: Minimal Rakyat Dikasih Rp 300 T
Politik

Kucuran Rp 134 T Tak Cukup P..

23 April 2021 03:44
Dukung Paul Zhang Diadili, GAMKI: Pelaku Lain Juga Harus Ditindak
Politik

Dukung Paul Zhang Diadili, G..

23 April 2021 02:53
Targetkan 11 Kursi DPR Di 2024, Nasdem Jabar Gandeng Tokoh Hingga Selebgram
Politik

Targetkan 11 Kursi DPR Di 20..

23 April 2021 02:37
Kirab Obor Paskah, Anies: Jakarta Adalah Tempat Bertemunya Keberagaman
Politik

Kirab Obor Paskah, Anies: Ja..

23 April 2021 01:20
130 Juta Masyarakat Sulit Akses Perbankan, Ketua DPD RI: BI Harus Segera Buat Terobosan
Politik

130 Juta Masyarakat Sulit Ak..

23 April 2021 00:40
DPR Ungkap Nilai Kebudayaan Bisa Jadi 'Jamu' Efek Buruk Era Digital
Politik

DPR Ungkap Nilai Kebudayaan ..

23 April 2021 00:23