Akuntabilitas Dan Elektabilitas PDIP Bakal Tergerus Dengan Sederet Kader Berurusan Di KPK

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)/Net

Sederet kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan membuat elektabilitas dan akuntabilitas partai akan tergerus di mata rakyat.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi ditangkapnya Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang menambah daftar kader PDIP terlibat kasus hukum dengan KPK.

Menurut Satyo, partai politik seharusnya konsisten menyaring kadernya. Karena, parpol memiliki tugas untuk membangun peradaban Indonesia.

"Mestinya terus mengingatkan kadernya untuk selalu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kekuasaan apalagi korupsi, namun sepertinya komitmen itu tidak ditaati oleh sebagian kader PDIP dengan terkaitnya mereka disebagian perkara korupsi," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/3).

Dengan banyaknya kader dan kepala daerah dari PDIP yang terseret kasus korupsi, kata Satyo, tidak akan mempengaruhi elektabilitas suara partai dalam jangka waktu pendek ini.

"Beda halnya ketika kasus korupsi akan punya pengaruh yang besar terhadap elektabilitas jika yang tersangkut adalah elite di pimpinan pusat partai. Namun, artinya peran parpol tersebut gagal dalam membangun peradaban masyarakat karena berkontribusi terhadap kerusakan sosial," jelasnya.

Satyo menilai, seharusnya PDIP sejak awal mempunyai komitmen dalam proses penyaringan terhadap orang-orang yang berpotensi mempunyai persoalan hukum.

"Orang yang berpotensi punya persoalan hukum harusnya ditolak sedari awal karena itu seluruh proses pencalonan dan dukungan harus dipertanggungjawabkan oleh partai tersebut," terangbta.

Sayangnya, lanjut Satyo, itu tidak terjadi di beberapa kasus lain yang di mana kader-kader PDIP juga diduga terlibat persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

"Sebut saja, Harun Masiku, Juliari Batubara, Herman Herry dan Ihsan Yunus. Tentunya rentetan kejadian ini akan menggerus akuntabilitas dan elektabilitas partai di mata rakyat," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Menko Luhut Minta Masyarakat Menahan Diri Tidak Mudik Demi Menjaga Sanak Keluarga
Politik

Menko Luhut Minta Masyarakat..

13 Mei 2021 12:16
Imam Masjid Al Azhar Tidak Menyangka Jamaah Membludak Tapi Tetap Taat Prokes
Politik

Imam Masjid Al Azhar Tidak M..

13 Mei 2021 11:49
Firli Bahuri: Ramadhan Telah Beri Pelajaran Untuk Tidak Lakukan Praktik Korupsi
Politik

Firli Bahuri: Ramadhan Telah..

13 Mei 2021 11:28
Seperti Jokowi, Puan Maharani Gelar Shalat Idul Fitri Secara Sederhana Di Rumah Dinas
Politik

Seperti Jokowi, Puan Maharan..

13 Mei 2021 10:41
Khatib Masjid Al Azhar Ajak Umat Bantu Doa Dan Dana Untuk Palestina
Politik

Khatib Masjid Al Azhar Ajak ..

13 Mei 2021 10:13
Kembali Gelar Shalat Idul Fitri, Masjid Al Azhar Terapkan Prokes Ketat
Politik

Kembali Gelar Shalat Idul Fi..

13 Mei 2021 09:45
Presiden Jokowi Shalat Idulfitri Bareng Paspampres Di Halaman Istana Bogor
Politik

Presiden Jokowi Shalat Idulf..

13 Mei 2021 08:39
Doa Jokowi Di Hari Lebaran: Semoga Wabah Segera Sirna Dan Kita Kembali Bertatap Muka
Politik

Doa Jokowi Di Hari Lebaran: ..

13 Mei 2021 08:19