Golkar Bantah Pertemuan Airlangga-Surya Paloh Bahas Konvensi Capres

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh/RMOL

Partai Golkar membantah mengagendakan konvensi pasca adanya pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

Bantahan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Meutya Hafid dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/3).

"Partai Golkar sebagai partai yang mengawali proses konvensi paham betul terkait proses dan mekanisme konvensi dan saat ini Golkar tidak mengagendakan konvensi," kata Meutya Hafid.

Namun demikian, Meutya menyatakan terkait strategi Partai Golkar dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2024, sikap Golkar terbuka untuk berkoalisi dengan semua partai politik yang dinilai mempunyai visi misi yang selaras.

"Dengan memperhatikan Pemilu 2024 yang masih akan tetap menggunakan dasar UU 7/2017 maka Golkar akan mempertimbangkan dengan cermat strategi terbaik untuk menghadapi pileg dan pilpres yang dilaksanakan secara bersamaan," tuturnya.

"Kami telah berkali-kali mengikuti pemilu, sehingga kami tahu apa yang terbaik untuk Partai Golkar," demikian Meutya Hafid.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dikabarkan telah bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto pada Minggu, (14/2) lalu di kediaman Surya Paloh di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu.

Sekjen NasDem Johnny G. Plate mengungkapkan, pertemuan itu merupakan silahturahmi antara Ketum Golkar dan Ketum NasDem. Terlebih, kedua partai adalah pendukung dan koalisi Kabinet Indonesia Maju.

"Ya tentu di samping silaturahmi, juga mendiskusikan situasi terkini politik nasional, khususnya dukungan Golkar dan NasDem atas pemerintahan Presiden Jokowi dalam situasi Covid-19," kata Johnny ketika dihubungi, Senin (1/3).

Lebih jauh, Johnny menyatakan koalisi dalam konvensi capres baru akan terbangun jika syarat presidential threshold sudah mencapai 20 persen.

Untuk itu, kata Johnny, NasDem masih membangun komunikasi dengan partai lain yang memiliki kesamaan visi dan misi.

"Koalisi konvensi capres diselenggarakan jika penyelenggara konvensi telah memenuhi syarat presidential threshold 20 persen, agar konvensi benar-benar dapat mengusung hasil konvensi sebagai peserta Pilpres 2024," tuturnya.

"Saat ini komunikasi politik terus dibangun dengan parpol yang mempunyai platform, visi, dan misi yang sejalan dan dalam tarikan nafas yang sama," demikian Johnny.

Kolom Komentar


Video

Gudang Alat Produksi Roti dan 4 Unit Kendaraan Ludes Terbakar

Sabtu, 17 April 2021
Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021

Artikel Lainnya

Ahok Belum Berkelas Untuk Jadi Menteri Investasi
Politik

Ahok Belum Berkelas Untuk Ja..

19 April 2021 05:39
Jadi Syarat Naik Haji, Produsen Sinovac Harus Segera Urus EUL Dari WHO
Politik

Jadi Syarat Naik Haji, Produ..

19 April 2021 04:21
Pers Bukan Ancaman Bagi Keluarga Presiden
Politik

Pers Bukan Ancaman Bagi Kelu..

19 April 2021 03:59
Menteri Tjahjo Banyak Pecat ASN Radikal, Fadli Zon: Jangan-jangan Pemerintah Nggak Ngerti Arti Radikalisme
Politik

Menteri Tjahjo Banyak Pecat ..

19 April 2021 03:21
Jangan Terpancing Provokasi Jozeph Zhang, Biarkan Hukum Yang Bicara
Politik

Jangan Terpancing Provokasi ..

19 April 2021 02:55
Walhi Tuding Kerusakan Parah Bencana NTT Karena Peringatan BMKG Hanya Sebatas Normatif
Politik

Walhi Tuding Kerusakan Parah..

19 April 2021 02:42
Berikan Rasa Aman Wisatawan, Menparekraf Dorong Penerapan CHSE Di Situs Wisata Religi
Politik

Berikan Rasa Aman Wisatawan,..

19 April 2021 02:17
Walhi: Apa Yang Terjadi Di NTT Tidak Murni Sebagai Bencana Alam
Politik

Walhi: Apa Yang Terjadi Di N..

19 April 2021 01:23