Ridwan Kamil Masuk Daftar Calon Ketua Partai, Demokrat Jabar: Itu Halusinasi Gerombolan Liar

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Net

Nama Ridwan Kamil dikabarkan ikut masuk dalam polemik kekuasaan di Partai Demokrat. Bahkan, dia disebut-sebut jadi salah satu kandidat ketua.

Namun, hal ini dibantah oleh Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya. Aseo menilai, Ridwan Kamil tidak mungkin mau masuk ke dalam pusaran polemik Partai Demokrat.

Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, Ridwan Kamil pernah menolak sejumlah tawaran untuk memimpin partai di Jabar, beberapa waktu lalu.

Sehingga, Asep meyakini Ridwan Kamil tidak mungkin mengambil posisi pimpinan di Partai Demokrat.

"Saya denger Kang RK itu ditawari jadi pimpinan partai di Jabar saja enggak mau, apalagi di feit acompli. Jadi, insyaAllah, saya yakin Kang Emil tidak akan terjebak oleh gumaman halusinasi gerombolan liar," ucap Asep, Rabu (3/3).

Asep pun menyinggung klaim pendiri Partai Demokrat yang mengaku mengantongi 80 persen dukungan DPC. Menurutnya, hal itu terlalu mengada-ngada.

"Weleh, DPC dan DPD yang mana? Setahu saya semua Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia sudah berikrar dan solid bersama Ketum AHY dan jajarannya. Jangan-jangan, malah yang disampaikan adalah DPD yang abal-abal," tegasnya.

Asep menjelaskan, dalam AD/ART Partai Demokrat disebutkan bahwa penyelenggaraan KLB wajib memenuhi syarat adanya permohonan dari DPC dan DPD dalam jumlah tertentu, serta mengharuskan adanya persetujuan Majelis Tinggi Partai (MTP).

"Pertanyaan saya, DPC dan DPD yang mana? Lalu di mana juga posisi persetujuan MTP-nya. Ini bukan masalah dinasti atau bukan, ini masalah ketentuan internal partai yang sudah disahkan oleh negara melalui Kemenkum HAM," jelasnya.

Oleh karena itu, kata Asep, mereka yang ngotot menggelar KLB bisa dipastikan merupakan gerombolan liar. Sebab, apa yang dilakukan sudah di luar aturan yang sudah disahkan oleh negara.

"Kenapa jadi gerombolan liar? Karena ada problem mendasar lainnya yang menyangkut legitimasi penyelenggaranya. Bagaimana mungkin ada orang yang sudah dipecat sebagai kader dari partai yang sah dan diakui negara, tapi malah merasa berhak menyelenggarakan KLB," tandasnya.

Nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tiba-tiba masuk dalam pusaran polemik yang membelit tubuh Partai Demokrat. Ia dijagokan sebagai salah satu kandidat Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat.

Ridwan Kamil digadang-gadang menjadi salah satu kandidat ketum melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang bakal digelar para pendiri Partai Demokrat untuk menggeser Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Didambakan Tapi Sulit Jadi Kenyataan, Koalisi Poros Islam Bisa Saja Usung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Politik

Didambakan Tapi Sulit Jadi K..

19 April 2021 11:59
Siang Ini, Anies Akan Sampaikan LKPJ 2020 Di Rapat Paripurna DPRD DKI
Politik

Siang Ini, Anies Akan Sampai..

19 April 2021 11:48
Rizal Ramli: Marhaenisme Jadi Ideologi Keberpihakan Bung Karno Ke Petani Gurem, Kok Tega-teganya PDIP Dukung Impor Pangan?
Politik

Rizal Ramli: Marhaenisme Jad..

19 April 2021 11:44
Pemindahan Aset BUMN Ke LPI Diduga Bertentangan Asas Lex Superior Derogat Legi Inferiori
Politik

Pemindahan Aset BUMN Ke LPI ..

19 April 2021 11:43
Nabil Haroen: Kalau Larangan Mudik Mengambang Tidak Akan Efektif
Politik

Nabil Haroen: Kalau Larangan..

19 April 2021 11:13
Soal Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Gus Yasin: Akibat Penafsiran Toleransi Yang Kebablasan
Politik

Soal Penistaan Agama Jozeph ..

19 April 2021 11:10
Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipanggil Ke Istana, Terkait Reshufle?
Politik

Tokoh Muda NU Ini Ikut Dipan..

19 April 2021 10:48
Dikabarkan Ada Di Jerman, PPP Desak Kemlu-Kemenkumham Cabut Paspor Joseph Paul Zhang
Politik

Dikabarkan Ada Di Jerman, PP..

19 April 2021 10:38