Agar Tak Sering Bikin Gaduh, Jokowi Disarankan Pilih Komunikolog Sebagai Jubir

Komunikolog Politik Tamil Selvan/Ist

Pernyataan-pernyataan Presiden Joko Widodo belakangan ini seolah memicu bola panas alias bikin gaduh di masyarakat.  

Terbaru, pernyataan Jokowi kembali bikin geger terkait ajakannya mencintai produk dalam negeri, yang sekaligus mengajak untuk membenci produk-produk luar negeri.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," kata Jokowi pada rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis kemarin (4/3).

Pernyataan 'benci produk luar negeri' inilah yang kemudian ditanggapi beragam oleh masyarakat. Karena, mereka punya pemahaman yang berbeda-beda dari pernyataan Jokowi tersebut.

Karena itulah, Komunikolog Politik Tamil Selvan menyarankan Jokowi perlu memiliki staf atau jurubicara dari kalangan komunikolog. Hal ini bertujuan untuk mendesain diksi-diksi yang diucapkan Jokowi kepada masyarakat agar tidak mengundang kegaduhan.

"Pemilihan tata bahasa itu penting. Saat ini saya lihat leading sector Pak Jokowi dalam berwacana selalu mengundang kegaduhan, padahal maksud dan tujuannya baik. Saran saya, Pak Jokowi berhemat dalam bicara, dan tunjuk jurubicara dari kalangan Komunikolog," kata Ketua Forum Politik Indonesia ini kepada awak media, Jumat (5/3).

Tamil yang pernah menjabat sebagai tenaga ahli bidang politik di Partai Gerindra ini menyatakan, ada sebagian kekuatan sosial yang selalu berseberangan dengan pandangan Jokowi. Kondisi ini tidak terlepas dari pagelaran Pilpres 2019.

"Ingat Pilpres 2019 ada 45 persen masyarakat yang tidak memilih Pak Jokowi. Social power ini sering ditunggangi untuk selalu bersikap apatis pada pandangan Pak Jokowi," jelas Tamil, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

"Secara politik ini telah disiasati dengan mengandeng Pak Prabowo, namun secara komunikasi pandangan seorang presiden perlu didesain sehingga memperkecil potensi penolakan di masyarakat, dan itu keahlian komunikolog," sambungnya.

Tamil juga menyarankan Jokowi mengandeng influencer kelas satu, yaitu para ketua partai politik dan ketua ormas keagamaan untuk membantu menyampaikan pandangannya. Sehingga potensi penolakan dapat diperkecil.

"Posisi Pak Jokowi sebagai presiden saat ini tidak memiliki kharisma absolute power seperti Presiden Soekarno dan Soeharto, sehingga perlu influencer kelas satu," pungkas Tamil.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Komisi XI: Target Pertumbuhan 7 Persen Masih Realistis, Walau Butuh Kerja Keras
Politik

Komisi XI: Target Pertumbuha..

19 April 2021 22:46
Gerindra: Jangan Hanya Jelang Pemilu, Partai Politik Juga Harus Hadir Saat Kondisi Rakyat Sulit
Politik

Gerindra: Jangan Hanya Jelan..

19 April 2021 22:14
Kunjungi Kesultanan Sumenep, LaNyalla Siap Perjuangkan Eksistensi Raja-Sultan Se-Nusantara
Politik

Kunjungi Kesultanan Sumenep,..

19 April 2021 21:57
Bukit Algoritma, Budiman Sudjatmiko Sebaiknya Tidak Tersusupi Investasi Umbar Janji
Politik

Bukit Algoritma, Budiman Sud..

19 April 2021 21:40
Indonesia Indikator: Sandiaga Uno Jadi Menteri Paling Diapresiasi Publik Dan Media
Politik

Indonesia Indikator: Sandiag..

19 April 2021 21:19
Jika Anak-Anak Mega Tak Kompak, BG Jadi Alternatif
Politik

Jika Anak-Anak Mega Tak Komp..

19 April 2021 20:50
Protes KH Hasyim Asyari Dihilangkan Dari Kamus Sejarah Indonesia, PKB: Abu Bakar Ba'asyir Malah Ada
Politik

Protes KH Hasyim Asyari Dihi..

19 April 2021 20:43
Fraksi PKB: Program SIPP Strategis Cegah Perilaku Koruptif Kader Parpol
Politik

Fraksi PKB: Program SIPP Str..

19 April 2021 20:17