Jelang Ramadhan, Nono Sampono Ingatkan Pemerintah Antisipasi Kelangkaan Bahan Pokok

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono/Ist

Biasanya menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri permintaan bahan pokok meningkat yang berdampak pada kenaikan harga dan kelangkaan stok. Hal ini membuat keresahan di kalangan masyarakat.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono meminta pemerintah mengantisipasi hal itu sejak jauh hari. Menurutnya, ketersediaan stok dan kestabilan harga di pasar merupakan hal vital bagi masyarakat.

"Situasi seperti jelang Ramadhan ini kan sudah bisa diprediksi, sudah bisa belajar dari pengalaman-pengalaman yang terjadi sebelumnya. Jadi saya kira kondisi kelangkaan stok dan harga naik itu sebenarnya sudah bisa diantisipasi sehingga masyarakat tidak terbebani," katanya, Jumat (5/3).

Senator asal Provinsi Maluku itu meminta pemerintah mengidentifikasi kesiapan kementerian atau lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Juga perlunya terjun langsung ke lapangan, seperti ke pasar rakyat, ritel, gudang Bulog dan distributor di semua provinsi. Mengingat kondisi pandemi dan peristiwa bencana yang belakangan terjadi juga berpengaruh pada kelancaran distribusi.

"Kementerian Perdagangan atau lembaga terkait perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha pangan untuk memastikan kecukupan stok bahan pokok di seluruh wilayah. Karena pastinya pandemi dan bencana-bencana mempengaruhi kelancaran pasokan," jelasnya lagi.

Nono berharap kecukupan bahan pokok dan bahan penting lainnya tidak hanya dipenuhi dari impor. Dia ingin pemerintah juga mengoptimalkan bahan-bahan pokok dari negeri sendiri.

"Saya kira pemenuhan stok pangan untuk antisipasi permintaan tinggi jelang Ramadhan ini tidak hanya dilakukan dengan impor. Tetapi sebaiknya juga mengoptimalkan bahan-bahan pokok di negara ini sendiri," lanjutnya.

Untuk lebih kuat lagi, pria kelahiran Bangkalan, Madura 1 Maret 1953 itu meminta aparat kepolisian ikut serta mencegah penimbunan bahan pokok agar harga tetap normal.

"Satgas Pangan Polri sebaiknya juga bergerak, tetap berkoordinasi dengan lintas sektoral lainnya di bidang perdagangan maupun perindustrian untuk meminimalkan terjadinya penimbunan bahan pokok," jelasnya.

Pensiunan Jenderal Marinir TNI AL ini yakin pemerintah mampu melakukan langkah-langkah antisipasi. Oleh karena itu dia mengajak mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak menyikapi dengan berlebihan.

"Kita yakin stok pangan tersedia, stabilisasi harga juga bisa dilakukan. Jadi masyarakat semua agar tetap tenang, tetap jaga kesehatan karena masih kondisi pandemi," pungkas Nono.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

75 Pegawai KPK Gagal TWK, Ketua Setara Institute: Hal Biasa, Lumrah
Politik

75 Pegawai KPK Gagal TWK, Ke..

15 Mei 2021 12:11
Indonesia Lembek Terhadap Situasi Palestina, Andi Arief Singgung Penawaran Uang Damai Rp 28,5 Triliun Dengan Israel
Politik

Indonesia Lembek Terhadap Si..

15 Mei 2021 09:58
WN China Terus Berdatangan, Pimpinan MPR: Bukti Pemerintah Tidak Empati Kepada Rakyat
Politik

WN China Terus Berdatangan, ..

15 Mei 2021 08:39
Capres 2024 Akan Terjadi Pertarungan Elektabilitas Calon Dan Otoritas Kekuasaan Parpol
Politik

Capres 2024 Akan Terjadi Per..

14 Mei 2021 23:24
Respons Insiden Babi Panggang Ambawang, Prof Yusril: Tidak Terjadi Kalau Mensesneg Memahami Tugasnya
Politik

Respons Insiden Babi Panggan..

14 Mei 2021 22:12
Airlangga Hartarto: Golkar Mengecam Keras Serangan Tentara Israel Ke Palestina
Politik

Airlangga Hartarto: Golkar M..

14 Mei 2021 21:47
110 WNA China Datang Saat Lebaran, PKS Minta Pemerintah Jelaskan Ke Publik Apa Yang Dikerjakan Di Indonesia
Politik

110 WNA China Datang Saat Le..

14 Mei 2021 21:03
Bisa Seperti Jokowi, Ganjar Akan Dimenangkan Saat Mega Menetapkan Sebagai Capres
Politik

Bisa Seperti Jokowi, Ganjar ..

14 Mei 2021 20:10