Taufiqurrahman: Demokrat Diacak-acak Karena Sering Bertolak Belakang Dengan Kebijakan Pemerintah

Pengurus DPP Partai Demokrat, Taufiqurrahman/RMOL

Selalu berseberangan dengan kebijakan rezim Joko Widodo, dianggap sebagai salah satu faktor Partai Demokrat (PD) diacak-acak.

Hal itu disampaikan oleh pengurus DPP PD, Taufiqurrahman saat menyampaikan orasi di mimbar bebas di Kantor DPP PD, Jakarta Pusat, Minggu sore (7/3).

Menurut Taufiq, lonceng kematian demokrasi di Indonesia telah dimulai dari adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dianggap ilegal yang terjadi di Deliserdang, Sumatera Utara.

"Ini kejadian yang sangat luar biasa. Dan sebenarnya, ini sudah kita duga sebenarnya," kata Taufiq.

"Kenapa kita duga dari awal? Hari ini, senyatanya Partai Demokrat adalah partai yang berada di luar pemerintahan, kami tidak mempunyai wakil yang duduk di pemerintahan, tapi kami punya kursi di parlemen," terangnya.

Taufiq pun membeberkan sejumlah sikap Demokrat yang selalu berseberangan dengan kebijakan pemerintahan Jokowi.

"Saya tidak perlu sebutkan satu persatu, ketika misalnya Partai Demokrat menolak RUU HIP. Kemudian, ketika Partai Demokrat menolak UU Omnibus Law. Itu jelas sikap yang sangat bertentangan dengan pemerintahan," jelasnya.

Dengan demikian menurut Taufiq, rezim Jokowi saat ini sangat berkepentingan untuk merusak Demokrat. Hal itu dianggap karena rezim merasa sangat terganggu dengan sikap politik Demokrat.

"Dan hari ini, jelas-jelas kekuasaan telah campur tangan di dalam urusan internal Demokrat. Kita sama-sama sadar dan paham di dalam partai politik, ada selalu masalah internal. Tapi kali ini bukan cuma sekadar masalah internal, tapi ada faktor eksternal, ada faktor kekuasaan yang jelas-jelas ikut campur," bebernya.

Dia bahkan menduga adanya kekuatan lain yang besar di belakang Moeldoko yang dipilih KLB ilegal sebagai ketua umum.

"Saya belum bisa menjelaskan secara pasti siapa kekuatan besar itu, tapi saya yakin hari ini nalar masyarakat sudah bisa menebak dan mengira siapa sesungguhnya yang berada di balik Moeldoko," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Gudang Alat Produksi Roti dan 4 Unit Kendaraan Ludes Terbakar

Sabtu, 17 April 2021
Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021

Artikel Lainnya

Ahok Belum Berkelas Untuk Jadi Menteri Investasi
Politik

Ahok Belum Berkelas Untuk Ja..

19 April 2021 05:39
Jadi Syarat Naik Haji, Produsen Sinovac Harus Segera Urus EUL Dari WHO
Politik

Jadi Syarat Naik Haji, Produ..

19 April 2021 04:21
Pers Bukan Ancaman Bagi Keluarga Presiden
Politik

Pers Bukan Ancaman Bagi Kelu..

19 April 2021 03:59
Menteri Tjahjo Banyak Pecat ASN Radikal, Fadli Zon: Jangan-jangan Pemerintah Nggak Ngerti Arti Radikalisme
Politik

Menteri Tjahjo Banyak Pecat ..

19 April 2021 03:21
Jangan Terpancing Provokasi Jozeph Zhang, Biarkan Hukum Yang Bicara
Politik

Jangan Terpancing Provokasi ..

19 April 2021 02:55
Walhi Tuding Kerusakan Parah Bencana NTT Karena Peringatan BMKG Hanya Sebatas Normatif
Politik

Walhi Tuding Kerusakan Parah..

19 April 2021 02:42
Berikan Rasa Aman Wisatawan, Menparekraf Dorong Penerapan CHSE Di Situs Wisata Religi
Politik

Berikan Rasa Aman Wisatawan,..

19 April 2021 02:17
Walhi: Apa Yang Terjadi Di NTT Tidak Murni Sebagai Bencana Alam
Politik

Walhi: Apa Yang Terjadi Di N..

19 April 2021 01:23