Nama Herman Herry Muncul Di Persidangan, KPK: JPU Akan Konfirmasi Ke Saksi Lain

Politisi PDI Perjuangan Herman Herry/Net

Nama politisi PDI Perjuangan Herman Herry muncul di persidangan pemberi suap bantuan sosial (Bansos) sembako Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Ketua Komisi III DPR RI itu disebut sebagai pihak pengusul perusahaan atau vendor yang mendapatkan proyek pengadaan bansos sembako dalam sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/3).

Menanggapi munculnya nama Herman Herry saat menguji keterangan saksi Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memeriksa saksi lainnya untuk dimintai keterangannya terkait hal tersebut di persidangan.

"Terkait keterangan saksi tersebut, tentu tim JPU akan mengkonfirmasi kepada saksi-saksi lain yang akan dihadirkan di persidangan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/3).

KPK pun kata Ali, mengajak masyarakat untuk terus mengikuti dan mengawasi persidangan perkara yang menjerat Juliari Peter Batubara (JPB) saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

"Kami mengajak masyarakat dapat terus mengikuti dan mengawasi persidangan yang terbuka untuk umum ini," pungkas Ali.

Saat persidangan, saksi Adi Wahyono yang merupakan anak buah Juliari yang ditunjuk sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos) mengaku pernah ditelepon oleh Herman Herry setelah mengurangi jatah kuota paket sembako milik grup Herman Herry pada tahap lima.

Dimana pada tahap tiga, PT Anomali Lumbung Artha yang terafiliasi atau pengusul Ivo Wongkaren yang merupakan orang dekat Herman Herry mendapatkan kuota sebesar 500 ribu paket sembako.

Sedangkan pada tahap tujuh kata Adi, grup Herman Herry mendapatkan kuota sebesar 1 juta paket sembako.

"Saat itu langsung ada arahan Menteri kepada kami ada pembagian kuota. 1 juta kuota diberikan kepada grup Herman Herry, Ivo Wongkaren, Stefano dan kawan-kawan. Kuota sebanyak 400 ribu paket diberikan kepada grup Ihsan Yunus, Irman Ikram, Yogas dan kawan-kawan, kuota 300 ribu Matheus Joko dikelola untuk kepentingan bina lingkungan, kuota 200 ribu diberikan kepada teman kerabat kolega dari Juliari, ini ya BAP saudara ya?" tanya jaksa membacakan BAP dan diamini oleh Adi.

Sementara orang dekat Herman Herry, Ivo Wongkaren pernah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada 15 Januari 2021.

Selain nama Herman Herry yang muncul di persidangan kemarin yang mendapatkan jatah kuota bansos, juga ada nama-nama dari politisi PDIP lainnya yang diduga terlibat dalam perkara ini.

Seperti Ihsan Yunus yang merupakan anggota Komisi II DPR RI yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Ketua DPC PDIP Kendal Akhmat Suyuti yang disebut diberikan uang Rp 2 miliar dalam bentuk dolar Singapura oleh Juliari.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Komisi XI: Target Pertumbuhan 7 Persen Masih Realistis, Walau Butuh Kerja Keras
Politik

Komisi XI: Target Pertumbuha..

19 April 2021 22:46
Gerindra: Jangan Hanya Jelang Pemilu, Partai Politik Juga Harus Hadir Saat Kondisi Rakyat Sulit
Politik

Gerindra: Jangan Hanya Jelan..

19 April 2021 22:14
Kunjungi Kesultanan Sumenep, LaNyalla Siap Perjuangkan Eksistensi Raja-Sultan Se-Nusantara
Politik

Kunjungi Kesultanan Sumenep,..

19 April 2021 21:57
Bukit Algoritma, Budiman Sudjatmiko Sebaiknya Tidak Tersusupi Investasi Umbar Janji
Politik

Bukit Algoritma, Budiman Sud..

19 April 2021 21:40
Indonesia Indikator: Sandiaga Uno Jadi Menteri Paling Diapresiasi Publik Dan Media
Politik

Indonesia Indikator: Sandiag..

19 April 2021 21:19
Jika Anak-Anak Mega Tak Kompak, BG Jadi Alternatif
Politik

Jika Anak-Anak Mega Tak Komp..

19 April 2021 20:50
Protes KH Hasyim Asyari Dihilangkan Dari Kamus Sejarah Indonesia, PKB: Abu Bakar Ba'asyir Malah Ada
Politik

Protes KH Hasyim Asyari Dihi..

19 April 2021 20:43
Fraksi PKB: Program SIPP Strategis Cegah Perilaku Koruptif Kader Parpol
Politik

Fraksi PKB: Program SIPP Str..

19 April 2021 20:17