Prihatin Masih Ada Desa Rawan Pangan, LaNyalla Minta Pemerintah Turun Ke Tegalrejo Gunungkidul

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama Sekjend DPD RI Rahman Hadi saat melakukan media visit beberapa waktu lalu/Ist

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti prihatin dengan masih adanya desa rawan pangan sebagaimana terjadi di Kelurahan Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Mantan Ketua Umum PSSI itu meminta agar persoalan tersebut ditangani dengan serius. Sebab, persoalan desa rawan pangan ini memiliki dampak serius yang sistematis.

"Desa rawan pangan harus segera ditangani secara serius, sebab akan berdampak pada aspek lainnya seperti kesehatan dan munculnya masalah sosial," kata LaNyalla, Senin (15/3).

Berdasarkan informasi yang diterima, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu menilai, masalah rawan pangan di desa ini disebabkan oleh angka kemiskinam yang masih tinggi. Selain itu, sektor pertanian yang menjadi andalan warga terkendala penyediaan air baku, sehingga aktivitas bertani mengandalkan turunnya hujan.

"Harus ada penanganan jangka pendek dan jangka menengah. Jangka pendeknya kekurangan pangan harus segera dipasok untuk pemenuhan kecukupan pangan," harap alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Selain itu, Senator Dapil Jawa Timur itu melanjutkan, pemerintah harus bisa menyediakan aliran air seperti irigasi agar lahan pertanian mampu panen sepanjang tahun dan tidak mengandalkan datangnya hujan.

Desa rawan pangan ini sedikit ironi di tengah keseriusan pemerintah menekan laju angka kemiskinan. LaNyalla berharap pemerintah pusat dan daerah segera berkolaborasi memberi perhatian penuh agar desa rawan pangan di Desa Tegalrejo, Gunungkidul dapat teratasi dengan baik.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus segera dilakukan agar persoalan desa rawan pangan ini dapat teratasi segera dan desa tersebut benar-benar terlepas dari kerawanan pangan di masa mendatang," harap dia.

Kelurahan Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah di Gunungkidul yang belum bisa keluar dari status desa rawan pangan. Upaya pengentasan telah dilakukan, namun hal tersebut belum berdampak signifikan.

Dari 144 kalurahan, tinggal Tegalrejo di Kapanewon Gedangsari yang menjadi satu-satunya wilayah yang belum memiliki status mandiri pangan.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Tak Terima Jokowi Dituduh Lemahkan KPK, Ali Ngabalin: Itu Cara-cara Berpikir Otak Sungsang
Politik

Tak Terima Jokowi Dituduh Le..

13 Mei 2021 04:40
Jika PT 0 Persen, Poros Serpong Dan Poros Jakarta Sangat Potensial Dipilih Rakyat
Politik

Jika PT 0 Persen, Poros Serp..

13 Mei 2021 01:57
Apa Yang Buat Rezim Jokowi Manjakan WN China, Tapi Keras Terhadap Rakyatnya?
Politik

Apa Yang Buat Rezim Jokowi M..

13 Mei 2021 01:39
ReJo: Tudingan Feri Amsari Kepada Presiden Jokowi Adalah Fitnah Berbahaya
Politik

ReJo: Tudingan Feri Amsari K..

13 Mei 2021 00:59
Majalengka Satu-satunya Zona Merah Di Pulau Jawa, Bupati: Dasarnya Apa?
Politik

Majalengka Satu-satunya Zona..

13 Mei 2021 00:39
Poros Jakarta Vs Poros Serpong, Siapa Lebih Kuat?
Politik

Poros Jakarta Vs Poros Serpo..

13 Mei 2021 00:19
Sambut Lebaran Dengan Gembira Dan Berbagilah Kebahagiaan
Politik

Sambut Lebaran Dengan Gembir..

12 Mei 2021 23:59
Perayaan Idul Fitri Bersamaan Dengan Kenaikan Isa Almasih, Gus Ami: Mari Kita Rawat Dan Jaga Persatuan Bangsa
Politik

Perayaan Idul Fitri Bersamaa..

12 Mei 2021 23:42