Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Petani Malang Budidaya Pisang Mulia, LaNyalla Dorong Pemerintah Kembangkan Varietas Berorientasi Ekspor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 18 Maret 2021, 16:18 WIB
Petani Malang Budidaya Pisang Mulia, LaNyalla Dorong Pemerintah Kembangkan Varietas Berorientasi Ekspor
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist
rmol news logo Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah untuk mengembangkan varietas komoditas pisang agar berorientasi ekspor.

Menurutnya, kehadiran Pisang Mulia sebagai bibit varietas baru yang unggul memiliki warna, tekstur dan cita rasa layaknya Pisang Cavendish. Selain itu, penampilannya yang seperti Pisang Ambon akan menjadi primadona di pasar untuk komoditi pisang.

Pisang Mulia sebagai varietas unggulan tengah dikembangkan oleh warga yang juga angggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pisang Malang Raya (Pismara) di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Kita memiliki banyak jenis pisang yang memiliki rasa yang enak, namun tampilannya tidak terlalu bagus dan sebaliknya. Kita dapat mengembangkan berbagai jenis varietas pisang unggulan untuk dapat memasuki pasar ekspor buah pisang," ujar mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur tersebut, Kamis (18/3).

Menurut ketua senator dari Jatim itu, Indonesia memiliki beragam jenis pisang yang dapat dikembangkan menjadi varietas unggulan seperti Pisang Baranang, Pisang Raja Bulu, Pisang Raja Serai, Pisang Kepok dan jenis-jenis pisang lainnya yang dapat dikembangkan menjadi varietas unggulan.

"Pemerintah memiliki infrastruktur dan teknologi memadai untuk dapat mengembangkan varietas bibit unggulan tersebut. Dengan keseriusan, saya optimis semua dapat kita lakukan," ujar LaNyalla.

Gapoktan Pismara berharap mereka terfasilitasi oleh pemerintah, utamanya pengembangan area penjualan. Meski sudah 11 tahun mengembangkan budidaya Pisang Mulia, pemasaran baru mencakup wilayah Surabaya dan Pulau Bali.

Panen pisang yang memiliki warna, tekstur dan rasa layaknya Pisang Cavendish dan penampilan seperti Pisang Ambon ini hanya setahun sekali di masa tanam pertama.

Selanjutnya, jika sudah berbuah kembali, panen dapat dilakukan setiap empat bulan sekali. Menurut mereka, tidak ada perawatan khusus untuk membuat pisang berbuah lebat dan besar, jika dibandingkan ukuran pisang pada umumnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA