Bisa Cegah Dominasi Oligarki Dan Dinasti Politik, Gde Siriana Sarankan Jabatan Ketum Parpol Maksimal 10 Tahun

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf/Ist

Regenerasi kepemimpinan partai politik di Indonesia bisa dibilang kurang berjalan dengan mulus. Beberapa ketua umum parpol bahkan cenderung berupaya mempertahankan hegemoninya sebagai pucuk pimpinan hingga beberapa periode.

Kondisi ini terutama dialami partai politik yang dikuasai trah keluarga. Kalaupun ada wacana mengganti kursi kepemimpinan, maka tak akan jauh-jauh dari nama anggota keluarga penguasa partai tersebut.

Jika hal ini terus berlanjut, maka proses kemunculan para pemimpin muda bakal makin terhambat.

"Saatnya partai politik membenahi regenerasi kepemimpinan. Parpol yang dikuasai oleh trah keluarga saatnya menjadi partai terbuka. Berikan kesempatan orang di luar keluarga menantang dalam pencalonan Ketum," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, Rabu (24/3).

Ketika masih muncul aklamasi atau calon tunggal dalam sebuah proses pemilihan ketua umum partai, menurut Gde Siriana, artinya aroma dinasti politik masih kuat.

Trah keluarga makin terlihat ingin terus menguasai Partai.

Lebih jauh, Gde Siriana menyarankan jabatan ketum partai tak lebih dari 10 tahun. Sehingga ekses negatif dari lambannya proses regenerasi kepemimpinan parpol bisa ditekan.

"Juga masa jabatan Ketum Parpol tidak boleh lebih dari 10 tahun. Ini bertujuan untuk melahirkan banyak pemimpin muda. Secara nasional dampaknya dapat mencegah dominasi oligarki dan dinasti politik," demikian Gde Siriana.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Said Abdullah Ingatkan Kebijakan Fiskal Harus Beri Dampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi
Politik

Said Abdullah Ingatkan Kebij..

10 Mei 2021 12:12
Kebiadaban Israel Sudah Di Luar Nalar, Fahira Idris: Setara Teroris
Politik

Kebiadaban Israel Sudah Di L..

10 Mei 2021 11:23
Pegawai KPK Dengan Keahlian Tertentu Bisa Direkrut Lewat PPPK
Politik

Pegawai KPK Dengan Keahlian ..

10 Mei 2021 11:14
Diduga Terjaring OTT KPK, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat Punya Harta Rp 116 M
Politik

Diduga Terjaring OTT KPK, Bu..

10 Mei 2021 10:56
Arsul Sani: Jadi Aneh Kalau Warga Sendiri Dibatasi, Tapi Asing Tidak
Politik

Arsul Sani: Jadi Aneh Kalau ..

10 Mei 2021 10:47
TKA China Kembali Masuk Indonesia, Bukti Pemerintah Tak Serius Kendalikan Pandemi Covid-19
Politik

TKA China Kembali Masuk Indo..

10 Mei 2021 10:43
Polemik TWK, Mantan Ketua KSAN Usulkan Seleksi Ulang Bagi 75 Pegawai KPK
Politik

Polemik TWK, Mantan Ketua KS..

10 Mei 2021 10:27
ProDEM: Kebijakan Diskriminatif Jokowi Yang Selalu Berpihak Pada China Bisa Timbulkan Kemarahan Rakyat
Politik

ProDEM: Kebijakan Diskrimina..

10 Mei 2021 10:12