Farah.ID
Farah.ID

Bermanfaat Bagi UMKM, Hipmi Sambut Baik Holding Ultra Mikro Bantu Permudah Pembiayaan

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 25 Maret 2021, 20:31 WIB
Bermanfaat Bagi UMKM, Hipmi Sambut Baik Holding Ultra Mikro Bantu Permudah Pembiayaan
Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira/Net
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan kehadiran holding ultra mikro bakal menguntungkan pelaku UMKM.

Sebab, holding tersebut bisa mendorong para pengusaha kecil model UMKM mendapat bunga pinjaman yang rendah kedepannya.

Menurut Erick, penurunan suku bunga pinjaman bisa terjadi karena sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan menurunkan beban dana (cost of fund) dari ketiga perusahaan.

Nantinya, BRI menjadi induk holding yang membawahi PNM dan Pegadaian. Erick menegaskan, tugas holding mikro tak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga membantu para UMKM naik kelas, sehingga bisnisnya makin berkembang.

Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira menyambut baik terobosan Erick Thohir dalam membantu UMKM mendapatkan fasilitas bunga rendah dengan adannya holding ultra mikro.

“Tentunya kami menyambut baik langkah terobosan yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, dalam kaitannya dengan tujuan untuk memberikan suatu kemudahan untuk pelaku UMM dalam hal ini targetnya punya fasilitas yang lebih murah dengan bunga murah,” ujar Anggawira, Kamis (25/3).

Anggawira menyebutkan, kebutuhan pengusaha UMKM tidak hanya sekadar mendapatkan rate bunga pinjaman yang rendah. Tetapi juga butuh pendampingan dan kemudahan mendapatakan akses fasilitas yang ada.

“Dalam prakteknya saya melihat kaitanya dengan UMKM ini bukan hanya soal kemudahan atau bukan hanya soal rate daripada bunga tapi sebenarnya kebutuhan dari UMKM ini adalah kemudahan fasilitas dan pendampingan,” terangnya.

Lanjutnya, harus dipastikan lini bisnis masing-masing perusahaan plat merah yang tergabung dalam holding ultra mikro yang selama ini berjalan tidak terganggu satu sama lain. Karena ceruk pasarnya berbeda satu sama lain.

“Dan harus dipastikan lagi memang adalah Pegadain, PNM dan BRI ini punya perbedaan yang selama ini pelayanannya beda, Pegadain bukan dalam konteks untuk modal kerja UMKM tapi untuk kebutuhan-kebutuhan mendadak, pendekatnya beda, PNM juga begitu," jelasnya.

"Nah BRI kan bank, ini kan juga harus didalami jangan sampai malah kekhususannya itu jadi nggak ada,” Demikian Anggarwira.

ARTIKEL LAINNYA