Farah.ID
Farah.ID

Di Periode Kedua Jokowi, Tindakan Pelanggaran Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan Meningkat

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 06 April 2021, 20:56 WIB
Di Periode Kedua Jokowi, Tindakan Pelanggaran Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan Meningkat
Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos/RMOL
Tindakan pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) pada periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mengalami peningkatan.

Hal itu setidaknya terpotret dalam hasil riset Setara Institute mengenai kondisi KBB di Indonesia sepanjang tahun 2020.

"Di tahun kedua kepemimpinan Joko Widodo ini, angka tindakan justru mengalami peningkatan dari 327 ke 422 tindakan," Direktur Riset Setara Institute, Halili Hasan saat memaparkan hasil risetnya di Hotel Aston, Jalan Wahid Hasyim, Bilangan Jakarta Pusat, Selasa (6/4).

Halili mengatakan, meskipun angka pelanggaran KBB ketimbang tahun 2019 mengalami penurunan, tetapi tidak signifikan yaitu dari sejumlah 200 ke 180 peristiwa.

Senada, Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos atau akrab disapa Coki, menyebut masih tingginya angka tindakan pelanggaran KBB tersebut dirasa belum menunjukkan prospek positif.

"Kondisi KBB di Indonesia bisa dikatakan masih belum memberikan prospek yang baik, karena angkanya masih cukup tinggi," kata Coki menambahkan.

Riset ke-14 Setara Institute ini disusun dengan paradigma Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai tolak ukur, yang meletakkan KBB sebagai negative rights.

Riset ini juga memanfaatkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan studi perundang-undangan.

ARTIKEL LAINNYA