Jokowi: Pemerintah Bersikap Tegas Pada Intoleran, Tapi Dukung Organisasi Keagamaan Yang Memberikan Kebebasan Berpendapat

Presiden Joko Widodo saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDDI), yan digelar secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 7 April/Repro

Segala bentuk sikap yang intoleran oleh organisasi keagamaan di Indonesia akan mendapat tindakan tegas dari pemerintah.

Begitulah yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDDI), yan digelar secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).

"Pemerintah akan bersikap tegas pada segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan kita," ujar Jokowi dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Disamping itu, Jokowi menyatakan akan mendukung organisasi keagamaan di Indonesia yang meningkatkan moderasi beragama yang mendukung prinsip persatuan dan kesatuan.

Ada sejumlah indikator yang dipakai Jokowi untuk menilai organisasi keagamaan yang mendukung prinsip persatuan dan kesatuan. Pertama, organisasai keagamaan yang punya komitmen kebangsaan yang kuat.

"Tadi sudah disampaikan oleh Bapak Ketua Umum LDII (Chriswanto Santoso), mengedepankan penerimaan prinsip-prinsip bangsa yang tertuang dalam konstitusi kita. Menjunjung tinggi ideologi Pancasila, UUD 1945, serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Kemudian, mantan Wali Kota Solo ini juga mengatakan, organisasi kegamaan harus menjunjung tinggi sikap toleransi antarsesama dan menghormati serta memberikan ruang kebebasan berpendapat bagi penganut agama dan keyakinan lainnya.

"Menghormati perbedaan, memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat," ucap Jokowi.

"Serta menghargai kesetaraan dan perbedaan, dan bersedia bekerjasama," sambungnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan indikator lainnya yaitu prinsip anti kekerasan dan menolak cara-cara kekerasan fisik maupun kekerasan verbal oleh organisasi keagamaan, serta harus menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia.

"Tradisi dan budaya lokal yang sangat Bhinneka, ramah dan terbuka terhadap keberagaman tradisi yang merupakan warisan leluhur kita. Ramah dan terbuka terhadap seni dan budaya lokal dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika kita sebagai Bangsa Indonesia," tandas Jokowi.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pekerja Dari Luar Kota Wajib Miliki Surat Tugas Saat Masuk Jakarta
Politik

Pekerja Dari Luar Kota Wajib..

07 Mei 2021 18:06
Lieus Sungkharisma: Sidang HRS Bukan Masalah Hukum Tapi Politik, Jokowi Harus Turun Tangan
Politik

Lieus Sungkharisma: Sidang H..

07 Mei 2021 17:47
Fadli Zon: Omnibus Law Gagal Sejahterahkan Buruh
Politik

Fadli Zon: Omnibus Law Gagal..

07 Mei 2021 17:41
Busyro Muqoddas Ungkap Ada Upaya Mutilasi KPK Yang Sempat Kandas Di Era SBY
Politik

Busyro Muqoddas Ungkap Ada U..

07 Mei 2021 17:25
Bantah Isu Taliban Di KPK, Busyro Muqoddas: 8 Dari 75 Pegawai Tak Lolos TWK Beragama Kristiani Dan Buddha
Politik

Bantah Isu Taliban Di KPK, B..

07 Mei 2021 17:16
Bambang Soesatyo: Punya Pasar Besar, Kemenhub Dan IMI Sedang Bahas Legalitas Kendaraan Kustom
Politik

Bambang Soesatyo: Punya Pasa..

07 Mei 2021 17:15
Revisi UU Otsus Papua Terus Dibahas DPR, Gerindra: Semoga Jadi Solusi
Politik

Revisi UU Otsus Papua Terus ..

07 Mei 2021 16:59
Busyro Muqoddas: Nilai Kebangsaan Terus Digerus Mesin Korupsi Menggunakan Imperium Buzzer
Politik

Busyro Muqoddas: Nilai Keban..

07 Mei 2021 16:49