Dirut Bio Farma Dicecar Komisi IX DPR Gara-gara Presentasi Belum Lengkap

Raker di Komisi IX DPR RI/Net

Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito, serta Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir pada Kamis (8/4).

Rapat ini membahas sejumlah agenda antara lain strategi vaksinasi Covid-19 dalam mencapai herd immunity di Indonesia, penjelasan terkait ketersediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi program pemerintah, dan penjelasan terkait kesiapan penyediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong beserta regulasinya.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mempertanyakan kejelasan atas ketersediaan jumlah vaksin seperti AstraZeneca berikut jadwal program vaksinasi.

"Apa yang ada dibenak saya, kegelisahan saya dalam rapat ini, saya kira teman-teman juga dibuat rapat ini, harus dituntaskan dulu. Saya belum menemukan jawabannya dalam presentasi yang dibawa (Menkes dan Bio Farma) hari ini," kata Saleh Daulay.

Senada, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Elva Hartati yang meminta Dirut PT Bio Farma memperjelas paparannya dalam rapat. Terutama, terkait progres pengadaan vaksin untuk kebutuhan program gotong royong pemerintah.

"Kami mohon kepada Dirut PT Bio Farma, tentang paparannya ini kayaknya tidak lengkap belum detail. Disampaikan berapa yang akan datang vaksin? Apa saja bentuknya? Bagaimana progres pengadaan vaksin untuk kebutuhan program gotong royong?" kata Elva.

"Bagaimana dengan schedule kedatangan vaksin, penyuntikan vaksin dalam program gotong royong? Tolong jelaskan vaksin apa saja dan dijabarkan timelinenya, lalu bagaimana target produksi vaksin yang akan dilaksanakan oleh PT Bio Farma?" imbuhnya menegaskan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris selaku pimpinan rapat mengusulkan rapat diskorsing. Ia meminta kepada Menkes Budi Gunadi, Kepala BPOM dan Dirut PT Bio Farma untuk melengkapi bahan presentasi rapat.

Namun, politikus PDI Perjuangan ini mengapresiasi kejujuran Menkes Budi Gunadi yang menyebut saat ini vaksin stok masih kurang.

"Saya pribadi mengapresiasi kok Pak Menkes sudah terbuka ke publik juga bahwa kita kekurangan vaksin. Karena memang dalam menghadapi pandemi Covid-19 ya keterbukaan informasi, transparansi itu penting sekali, sehingga masyarakat juga bisa merubah perilaku lah Pak," tuturnya.

"Tapi saya rasa kita skor dulu, khususnya Pak Menkes dan Pak Dirut Bio Farma bisa melengkapi lah," demikian Charles Honoris.

Kolom Komentar


Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang, Fahira Idris Minta Umat Jangan Terpancing
Politik

Yakin Polri Mampu Tangkap Jo..

20 April 2021 18:10
Nadiem Makarim Harus Tanggung Jawab Atas Hilangnya Nama Hasyim Asyari Di Kamus Sejarah
Politik

Nadiem Makarim Harus Tanggun..

20 April 2021 17:54
Firli Bahuri Pastikan Pegawai KPK Tetap Junjung Independensi Meski Berstatus ASN
Politik

Firli Bahuri Pastikan Pegawa..

20 April 2021 17:43
Politikus PDIP: Nekat Mudik, Indonesia Bisa Seperti India!
Politik

Politikus PDIP: Nekat Mudik,..

20 April 2021 17:29
Jika PAN Masuk Kabinet, Jatahnya Bukan Kemendikbud Tapi Kemenhub
Politik

Jika PAN Masuk Kabinet, Jata..

20 April 2021 15:42
Sandiaga Uno: Keragaman Kuliner Sebagai Identitas Nasional Jadi Kunci Kebangkitan Parekraf
Politik

Sandiaga Uno: Keragaman Kuli..

20 April 2021 15:34
Pembangunan MRT Fase 2A Segera Dimulai, Anies Berterima Kasih Kepada Jokowi
Politik

Pembangunan MRT Fase 2A Sege..

20 April 2021 15:32
Reshuffle Kabinet Molor Lagi, Kemungkinan Rabu Pekan Depan
Politik

Reshuffle Kabinet Molor Lagi..

20 April 2021 15:25