Pesan Jumhur Untuk ProDEM: Kita Bisa Saja Kalah Melawan Rezim Yang Zalim, Tapi Kita Tidak Boleh Menyerah

Inisiator KAMI Jumhur Hidayat dan Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule/RMOL

Tak kenal lelah dalam memperjuangkan keadilan jadi alasan para aktivis yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) hadir mengawal sidang Jumhur Hidayat yang didakwa menyebarkan informasi bohong di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Sedianya aktivis ProDEM akan menggelar asksi spontan pendudukan ruang PN Jaksel. Tujuannya untuk menuntut pembebasan senator ProDEM itu dari segala tuntutan hukum dan menghentikan segala praktik-praktik demokrasi belantara.

Namun demikian sidang akhirnya ditunda. Penyebabnya karena saksi ahli forensik dari jaksa penuntut umum gagal dihadirkan.

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule yang hadir langsung ke persidangan bersama para aktivis ProDEM akhirnya memanfaatkan momentum ini untuk berbincang dengan Jumhur Hidayat.

Kepada Iwan Sumule dan kawan-kawan, Jumhur menyampaikan rasa bangganya. Sebab, ProDEM tidak kenal lelah dalam memperjuangan keadilan.

Mantan Kepala BNP2TKI ini pun berpesan agar para aktivis ProDEM tetap bersemangat dalam berjuang. Sekalipun jalan terjal dilalui, ProDEM sebagai penjaga demokrasi Indonesia tidak boleh mundur sedikitpun.

Jumhur menekankan agar upaya-upaya memperjuangkan demokrasi dan kesejahteraan rakyat tidak surut.

“ProDEM jangan berhenti berjuang. Melawan rezim yang begitu zalim ini, kita bisa saja kalah, tapi kita tak boleh menyerah,” pesan Jumhur untuk ProDEM saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di PN Jaksel, Kamis (8/4).

Iwan Sumule menyambut baik pesan tersebut. Dia bahkan menilai apa yang disampaikan Jumhur merupakan seruan yang luar biasa. Sebab Jumhur tetap bersemangat melawan ketidakadilan sekalipun raganya berada di balik jeruji.

“Ini luar biasa. Walaupun ketidakadilan terjadi pada dirinya, tidak ada sedikitpun ketakutan terpancar,” tegasnya.

Iwan Sumule memastikan dirinya dan aktivis pro demokrasi akan terus berjuang agar demokrasi tidak hilang dari negeri ini. Juga agar demokrasi tidak berubah menjadi demokrasi belantara.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Tak Terima Jokowi Dituduh Lemahkan KPK, Ali Ngabalin: Itu Cara-cara Berpikir Otak Sungsang
Politik

Tak Terima Jokowi Dituduh Le..

13 Mei 2021 04:40
Jika PT 0 Persen, Poros Serpong Dan Poros Jakarta Sangat Potensial Dipilih Rakyat
Politik

Jika PT 0 Persen, Poros Serp..

13 Mei 2021 01:57
Apa Yang Buat Rezim Jokowi Manjakan WN China, Tapi Keras Terhadap Rakyatnya?
Politik

Apa Yang Buat Rezim Jokowi M..

13 Mei 2021 01:39
ReJo: Tudingan Feri Amsari Kepada Presiden Jokowi Adalah Fitnah Berbahaya
Politik

ReJo: Tudingan Feri Amsari K..

13 Mei 2021 00:59
Majalengka Satu-satunya Zona Merah Di Pulau Jawa, Bupati: Dasarnya Apa?
Politik

Majalengka Satu-satunya Zona..

13 Mei 2021 00:39
Poros Jakarta Vs Poros Serpong, Siapa Lebih Kuat?
Politik

Poros Jakarta Vs Poros Serpo..

13 Mei 2021 00:19
Sambut Lebaran Dengan Gembira Dan Berbagilah Kebahagiaan
Politik

Sambut Lebaran Dengan Gembir..

12 Mei 2021 23:59
Perayaan Idul Fitri Bersamaan Dengan Kenaikan Isa Almasih, Gus Ami: Mari Kita Rawat Dan Jaga Persatuan Bangsa
Politik

Perayaan Idul Fitri Bersamaa..

12 Mei 2021 23:42