Kubu KLB Melempem, Kapan Moeldoko Ngopi Bareng Bursah dan Jabo?

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko./Net

Moeldoko pantas kecewa. Partai Demokrat (PD) versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang dinahkodainya gagal mendapatkan legalitas dari kementerian Hukum dan HAM.

Berbagai laporan yang dilayangkan oleh kubu tersebut terhadap AHY juga ditolak oleh pihak kepolisian. Terakhir, salah satu juru bicara Kubu KLB yang paling sering tampil di televisi, Razman Arif Nasution, mengundurkan diri.

Kegagalan demi kegagalan yang diderita “Kelompok Deli Serdang” itu tak ayal membuat beberapa pengamat meragukan tuah politisi-politisi senior eks PD yang bergabung di dalamnya.

“Dalam kasus KLB, kekurangan kubu Pak Moeldoko sangat elementer yaitu kelengkapan administratif. Ini tentu membuat banyak orang heran, kok bisa begini ya?,” ujar Robby Patria, pengamat politik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang, Kamis (8/4).

Menurut Robby, untuk keluar dari situasi sulit yang dihadapinya, Moeldoko tak perlu ngotot memperjuangkan keabsahan KLB PD. Sebab, sepanjang apapun upaya hukum yang ditempuhnya, kubu KLB pasti akan terpentok pada persoalan administratif berupa ketiadaan mandat dari DPC-DPC PD kepada peserta KLB.

Lebih lanjut ia menyarankan agar Moeldoko mengikuti jejak Prabowo, Surya Paloh, dan Wiranto yang membentuk partai baru begitu kalah “bertarung” di Partai Golkar. Keputusan membentuk partai baru juga diambil Amien Rais saat kubunya tersisih dalam perebutan Ketua Umum PAN. Pembentukan partai  baru dianggap  langkah paling tepat bagi Moeldoko karena ia dinilai belum pernah menginvestasikan sumber daya politik maupun finansial untuk PD sebelum terjadinya KLB.

“Masih ada waktu untuk mempersiapkan segala keperluan menjelang pendaftaran dan memasuki tahapan Pemilu pada tahun depan,” kata Robby.

Jika Moeldoko membuat partai baru, Robby menyarankan agar mantan Panglima TNI itu membuat tim yang benar-benar tangguh agar upaya politik yang dilakukannya ke depan tidak gampang “melempem”. Tawaran simpatik dari mantan Ketua Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi agar Moeldoko menjajaki penggabungan dengan kelompok Bursah, kata Robby, patut disambut baik.

“Bang Bursah merupakan aktivis politik yang jelas rekam jejak keberhasilannya. Dia sukses mengantarkan PBR, walaupun kecil, punya fraksi sendiri di DPR,” kata Robby.

Bursah sendiri, dalam ajakannya kepada Moeldoko menyatakan bahwa embrio partai yang dipimpinannya berisi aktivis-aktivis muda dan mengusung platform baru yang berpihak pada pemberdayaan sektor pertanian, UMKM, serta perburuhan.

Selain dengan Bursah, Moeldoko juga dinilai perlu menjajaki aliansi dengan Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) yang dipimpin Agus Jabo, dedengkot Partai Rakyat Demokratik (PRD). PRIMA sendiri diinisiasi oleh PRD dan beberapa organisasi kemasyarakatan dan saat ini sangat aktif melakukan konsolidasi di berbagai provinsi.

“Kader-kader PRIMA memiliki kualifikasi mentor politik yang baik. Jika kubu KLB bergabung dengan PRIMA, akan jadi keuntungan politik tersendiri buat Pak Moel. Setidaknya, ia akan mendapatkan asupan strategi yang jauh lebih kaya ketimbang yang didapatkannya sekarang,” kata Samsul Joyobintoro, eks aktivis 1998 Yogyakarta.

Jadi, kapan Moeldoko ngopi bareng Bursah dan Jabo?

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

LaNyalla Berharap DPD Bersama Mahasiswa Dan Pemuda Sinergi Kawal Pembangunan Daerah
Politik

LaNyalla Berharap DPD Bersam..

23 April 2021 11:51
Hampir Kebobolan, Pimpinan Senator Minta Karantina 135 WNA India Diperpanjang Jadi 14 Hari
Politik

Hampir Kebobolan, Pimpinan S..

23 April 2021 11:47
Banyak Milenial Direkrut Teroris, GMNI: Program Deradikalisasi Hanya Berorientasi Proyek
Politik

Banyak Milenial Direkrut Ter..

23 April 2021 11:47
Azis Syamsuddin Diduga Fasilitasi Pertemuan Walikota Tanjung Balai Dan Penyidik KPK, Hensat: Nama Baik Parlemen Jadi Jelek
Politik

Azis Syamsuddin Diduga Fasil..

23 April 2021 11:20
Tidak Beretika Dan Permalukan DPR, Azis Syamsuddin Harus Diperoses MKD Dan Penegak Hukum
Politik

Tidak Beretika Dan Permaluka..

23 April 2021 10:33
Soal Wacana MLB, Elite PKB Lampung Masih Adem Ayem
Politik

Soal Wacana MLB, Elite PKB L..

23 April 2021 09:59
Puji Kerja Keras KPK, IPW: Mampukah Firli Seret Azis Ke Pengadilan Tipikor?
Politik

Puji Kerja Keras KPK, IPW: M..

23 April 2021 09:51
Periksa LKPJ Gubernur Aceh, Pansus DPRA Punya Waktu 30 Hari
Politik

Periksa LKPJ Gubernur Aceh, ..

23 April 2021 09:02