Buntut Pelarangan Kajian Ramadhan, Pelni Minta Maaf Atas Kegaduhan Yang Terjadi

Lambang PT Pelni/Net

PT. Pelni akhirnya meminta maaf atas kegaduhan kegiatan kajian jelang Ramadhan yang dilakukan oleh Badan Kerohanian Islam (Bakis) Pelni, hingga berujung pencopotan salah satu pejabat di perusahaan pelat merah tersebut.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Opik Taufik mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tindak lanjut atas peristiwa tersebut secara serius dan objektif dengan berpedoman pada nilai Pancasila.

“Kami telah melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang terkait langsung. Kami sekaligus meminta maaf kepada segenap stakehoder, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi,” ucap Opik kepada wartawan, Minggu (11/4).

Pihaknya menyampaikan bahwa PT Pelni berencana menggelar kegiatan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, namun hal itu dibatalkan lantaran tidak memenuhi ketentuan yang berlaku di perusahaan.

“Setelah dilakukan klarifikasi kepada penyelenggara kegiatan kami mendapati terdapat kealpaan untuk melakukan komunikasi dan sebagaimana yang biasa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Bakis Pełni, kata Opik, merupakan badan keagamaan Islam di bawar perusahaan yang memfasilitasi pegawai muslim untuk melakukan kegiatan Rohani seperti kegiatan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, pengajian serta menyalurkan zakat dan infaq para pegawai PT Pelni.

Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budiyarto memberi penjelasan mengenai peredaran poster kegiatan kajian Ramadhan online yang diisi beberapa tokoh agama. Kata Dede, sapaan akrabnya, dewan direksi Pelni belum memberi izin pembicara yang didatangkan pada acara itu, sehingga acara tersebut dibatalkan.

"Direksi sampai saat ini belum mendapat info pembicara yang akan diundang dalam kegiatan Ramadhan," katanya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pelni akhirnya memutuskan untuk meniadakan kegiatan ceramah dalam kegiatan Ramadhan. Sementara buntut dari pembatalan ini, ada pejabat yang dimutasi dari jabatannya ke posisi lain.

"Sementara ini yang dimutasi level supervisor dan dibebastugaskan sebagai VP," ujarnya. 


"Ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Detik-detik Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Mendag Dibela PKB, Noel: Ada Apa Dengan Senayan, Ini Soal Bisnis?
Politik

Mendag Dibela PKB, Noel: Ada..

11 Mei 2021 23:56
Gus AMI: Rencana Kenaikan PPN Menambah Beban Hidup Rakyat Kecil
Politik

Gus AMI: Rencana Kenaikan PP..

11 Mei 2021 22:35
PP Muhammadiyah: Di Masa Pandemi, Zakat Bisa Jadi Social Solidarity
Politik

PP Muhammadiyah: Di Masa Pan..

11 Mei 2021 22:10
Dibanding Naikkan PPN, Politisi PDIP Ini Usul Sri Mulyani Bikin Tax Amnesty Jilid II
Politik

Dibanding Naikkan PPN, Polit..

11 Mei 2021 21:40
Kamrussamad: Rencana Kenaikan PPN 15 Persen Bukti Kegagalan Sri Mulyani Kelola Fiskal Negara
Politik

Kamrussamad: Rencana Kenaika..

11 Mei 2021 20:57
4.123 Pemudik Positif Covid-19, Muhaimin Iskandar: Lihatlah India, Tolong Jangan Memaksakan Diri
Politik

4.123 Pemudik Positif Covid-..

11 Mei 2021 20:18
Idul Fitri Dirayakan Bersama, Ace Hasan: Menunjukkan Umat Islam Indonesia Bersatu
Politik

Idul Fitri Dirayakan Bersama..

11 Mei 2021 20:05
Jaga Tradisi, Politisi Nasdem Ini Salurkan Paket Lebaran Ke Panti Asuhan
Politik

Jaga Tradisi, Politisi Nasde..

11 Mei 2021 19:59