Singgih Januratmoko: Jaga Pasokan Ayam, Oversupply Pasca Lebaran Akan Rugikan Peternak Mandiri

Ilustrasi

Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) mengingatkan pemerintah untuk terus menjaga suplai ayam potong di pasaran.

Ketua DPP Pinsar Singgih Januratmoko mengatakan, hal tersebut perlu diingatkan mengingat kebutuhan ayam potong saat Ramadan dan Idul Fitri dipastikan meningkat.

Hanya saja, kata dia, jika pasokan tidak dijaga dan terjadi  oversupply pasca lebaran, bisa dipastikan harga tidak akan menguntungkan bagi peternak.

“Menurut data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) produksi day old chicken final stock (DOC FS) pada April mencapai 309.589.416, sementara kebutuhan pasar 261.411.003 ekor. Artinya terdapat selisih 48.178.413 ekor,” ujar Singgih Januratmoko kepada wartawan, Senin (12/4).

Menurut Singgih, tahun 2021 peternak rakyat bakal kembali menghadapi oversupply yang berpotensi merugikan peternak mandiri. Karena hampir seluruhnya menyasar ke pasar tradisional.

Lanjutnya, total produksi DOC FS pada 2021 mencapai 3.411.217.483 ekor, sementara daya serap pasar 2.901.200.776 ekor.

“Artinya akan ada oversupply sebanyak 510.016.707 ekor,” imbuh Singgih yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Menurutnya, kebijakan pengendalian populasi DOC FS pada 2020 sedikit demi sedikit membantu peternak. Pasalnya, harga ayam membaik dan menguntungkan peternak.

Namun, 2021 adalah masa recovery bagi para peternak, akibat salah kebijakan impor grand parents stock (GPS) atau indukan ayam pada 2018.

“Impor GPS sebesar 785.000 ekor itu membuat pasokan ke pasar tradisional membumbung tinggi, akibatnya sepanjang 2019-2020 peternak mandiri rugi besar. Tahun ini merupakan tahun recovery yang berjalan lamban,” ujarnya.

Lambannya masa pemulihan bisnis peternak mandiri diakibatkan pandemi Covid-19, yang membuat permintaan ayam potong berkurang. Bisnis perhotelan, restoran, serta pariwisata yang jatuh dan daya beli masyarakat yang menurun, berandil melemahkan daya beli masyarakat.

Singgih mengingatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, untuk mengambil kebijakan mengurangi suplai DOC.

“Saya memperkirakan terjadi oversupply sebesar 150 juta ekor DOC sampai Juni. Ini berdampak terhadap terhadap harga ayam hidup,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Jangan Tinggal Diam, Pemerintah RI Diminta Layangkan Protes Atas Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir Ke Laut
Politik

Jangan Tinggal Diam, Pemerin..

10 Mei 2021 00:08
Tak Elok Pegawai KPK Yang Tidak Lulus TWK Mempertanyakan Materi Soal
Politik

Tak Elok Pegawai KPK Yang Ti..

09 Mei 2021 23:50
Prediksi Indo Barometer: Perseteruan Bobby Nasution Dan Edy Rahmayadi Bakal Berlanjut Hingga Pilgub Sumut 2024
Politik

Prediksi Indo Barometer: Per..

09 Mei 2021 23:35
Polemik TWK, Anggota Fraksi Golkar Sarankan Remedial Training
Politik

Polemik TWK, Anggota Fraksi ..

09 Mei 2021 22:19
Presiden Dipermalukan Oleh Dapur Komunikasi Pemerintah Yang Sedang Galau
Politik

Presiden Dipermalukan Oleh D..

09 Mei 2021 21:57
Ajakan Beli Bipang Online Bukti Jokowi Mudah Disetir Orang Sekelilingnya
Politik

Ajakan Beli Bipang Online Bu..

09 Mei 2021 21:22
100 Hari Kapolri Jenderal Listyo, Pengamat Intelijen: Perubahan ke Arah Positif Sudah Dimulai
Politik

100 Hari Kapolri Jenderal Li..

09 Mei 2021 20:17
WNA China Berdatangan Saat Larangan Mudik, Garda Bangsa: Memang Tidak Bisa Ditunda?
Politik

WNA China Berdatangan Saat L..

09 Mei 2021 19:58