Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Jadi Simbol Budaya, LaNyalla Berharap Karapan Sapi Madura Dilestraikan

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 12 April 2021, 16:10 WIB
Jadi Simbol Budaya, LaNyalla Berharap Karapan Sapi Madura Dilestraikan
Karapan Sapi Madura/Net
Pulau Madura sangat beruntung memiliki satu budaya yang sangat terkenal, yaitu Karapan Sapi.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap kebudayaan ini bisa terus dijaga kelestariannya. Bahkan ditingkatkan menjadi atraksi kelas dunia.

Sebagai senator asal Jawa Timur, LaNyalla memberikan perhatian sangat besar terhadap budaya khas Pulau Madura itu.

Dia mengajak semua pihak untuk memaknai kejuaraan Karapan Sapi di Madura yang sarat dengan sejarah yang melatarbelakanginya.

"Pada abad ke-13 Pangeran Ketandur membuat gagasan yang dilatarbelakangi masalah lahan yang kurang subur dan membuat karapan sapi sebagai media bajak sawah. Hal ini terus bergulir dan berkembang menjadi atraksi andalan di Madura," katanya, Senin (12/4).

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jatim itu berharap ide-ide dan gagasan yang menjadi latar belakang budaya Karapan Sapi tumbuh seiring dengan permasalahan sosial yang ada di daerah sekitar.

"Lewat Karapan Sapi kita juga berharap lahir ide-ide kreatif untuk membuat suatu inovasi dan kemajuan peradaban," katanya.

Bahkan, LaNyalla berharap nilai-nilai budaya ini bisa dikemas pula untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dia meminta Komite III DPD untuk kementerian Dikbud dan Parekraf untuk lebih memberi perhatian kebudayaan dan kearifan lokal.

"Budaya sejatinya merupakan simbol suatu masyarakat. Namun yang harus diperhatikan dari nilai-nilai budaya adalah bukan hanya sekedar simbol prestise. Dalam konteks Karapan Sapi tentunya mengenai kejayaan pemilik sapi juara," terangnya.

Salah satu daerah yang masih menjalankan budaya ini adalah Desa Mortajih, Pamekasan, Jawa Timur. Desa ini menjadi tuan rumah pelaksanaan kejuaraan karapan sapi se Madura.

Kejuaraan kerapan sapi yang berlangsung selama dua hari itu dibagi tiga kelompok yaitu besar, sedang dan kecil dan diikuti puluhan pasang sapi se Madura dan Probolinggo.

ARTIKEL LAINNYA