Dukung Gagasan Arsjad Rasjid, Ketua Kadin Kaltara: Kadin Harus Bersama Pemerintah Pikirkan Kepentingan Rakyat

Arjad Rasjid/Net

Calon Ketua Umum Kamar Dagan dan Industri (Kadin) periode 2021-2026 Arsjad Rasjid memiliki visi menjadikan Kadin sebagai organisasi inklusif dan kolaboratif untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional yang tengah dilanda pandemi Covid-19 melalui empat pilar.

Keempat pilar itu adalah Kadin sebagai tulang punggung kesehatan; membawa Kadin untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional dan daerah; menciptakan iklim kewirausahaan, dan perbaikan internal organisasi.

Ketua Kadin Kalimantan Utara, Kilit Laing memberikan dukungannya pada terobosan Arsjad Rasjid yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk itu.

“Saya melihat buah-buah pikiran itu atau visi misinya beliau (Arsjad), saya terus terang secara organisasi, secara pribadi di dalam organisasi Kadin ini Kaltara saya sangat terkesan. Harapan-harapan kita ke depan ini seperti itu, Kadin itu seperti yang beliau pikirkan, pada saat nya kita harapkan Kadin ini menjadi motor penggerak ekonomi di pusat dan di daerah,” ujar Kilit dalam keterangannya, Kamis (15/4).

Menurut Kilit, Kadin sebagai organisasi besar yang menaungi seluruh organisasi-organisasi pengusaha harus turut memberikan kontribusi dan memikirkan kepentingan masyarakat dengan bersinergi membantu tugas-tugas pemerintah.

“Demikian juga di daerah, karena Kadin itu menaungi semua organisasi pengusaha bahkan dia harus memikirkan juga kepentingan rakyat seperti tugas-tugas yang dipikirkan pemerintah,” sambungnya.

Kilit menambahkan, pengusaha tidak seharusnya hanya memikirkan kepentingan bisnisnya saja, melainkan juga harus memikirkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.

Dia pun optimis, apabila Arsjad terpilih menjadi ketua umum Kadin, akan mampu melaksanakan hal itu.

“Kalau memang Pak Arsjad jadi Ketua Kadin dia bisa melaksanakan itu, itulah menjadi harapan kami, karena gini selama masa lalu Kadin itu tidak berfikir seperti itu hanya memikirkan pengusaha besar atau konglomerat-konglomerat yang di Jakarta," terangnya.

"Artinya tidak memikirkan kepentingan nasional, tidak memikirkan kepentingan rakyat. Maunya saya ke depan, pengusaha itu harus bersama-sama dengan pemerintah memikirkan kepentingan rakyat, memikirkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Tak Terima Jokowi Dituduh Lemahkan KPK, Ali Ngabalin: Itu Cara-cara Berpikir Otak Sungsang
Politik

Tak Terima Jokowi Dituduh Le..

13 Mei 2021 04:40
Jika PT 0 Persen, Poros Serpong Dan Poros Jakarta Sangat Potensial Dipilih Rakyat
Politik

Jika PT 0 Persen, Poros Serp..

13 Mei 2021 01:57
Apa Yang Buat Rezim Jokowi Manjakan WN China, Tapi Keras Terhadap Rakyatnya?
Politik

Apa Yang Buat Rezim Jokowi M..

13 Mei 2021 01:39
ReJo: Tudingan Feri Amsari Kepada Presiden Jokowi Adalah Fitnah Berbahaya
Politik

ReJo: Tudingan Feri Amsari K..

13 Mei 2021 00:59
Majalengka Satu-satunya Zona Merah Di Pulau Jawa, Bupati: Dasarnya Apa?
Politik

Majalengka Satu-satunya Zona..

13 Mei 2021 00:39
Poros Jakarta Vs Poros Serpong, Siapa Lebih Kuat?
Politik

Poros Jakarta Vs Poros Serpo..

13 Mei 2021 00:19
Sambut Lebaran Dengan Gembira Dan Berbagilah Kebahagiaan
Politik

Sambut Lebaran Dengan Gembir..

12 Mei 2021 23:59
Perayaan Idul Fitri Bersamaan Dengan Kenaikan Isa Almasih, Gus Ami: Mari Kita Rawat Dan Jaga Persatuan Bangsa
Politik

Perayaan Idul Fitri Bersamaa..

12 Mei 2021 23:42