Perketat Aturan Mudik, Bupati Sragen Terapkan Sanksi Karantina 7 Hari Di Pintu Masuk Daerah

Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati dalam dalam diskusi virtual bertajuk 'Tidak Mudik Lebih Baik' yang diselenggarakan FMB9 KPCPEN Kamis, 15 April/Repro

Aturan mudik yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 ditindaklanjuti oleh Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati.

Kabupaten Sragen, kata Yuni, sudah bekerja sama dengan TNI, POLRI dan pihak lainnya untuk memastikan Sragren mentaati maksimal SE yang terkait peniadaan mudik tersebut.

Yuni memaparkan, salah satu bentuk konkret yang akan dilakukan Sragen adalah memblokade akses menuju kota yang terkenal karena situs warisan dunia UNESCO itu, baik dari arah Kabupaten Grobogan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Karanganyar maupun dari arah Kabupaten Boyolali.

Pemerintah Kabupaten Sragen, ungkap Yuni, juga sudah menyiapkan sanksi bagi para pemudik nekat yang melanggar aturan larangan mudik pada masa liburan Idul Fitri 2021.

"Karantina dulu 7 hari karena kalau hanya sebentar mereka pikir itu tempat transit biasa. Setelah 7 hari baru ditesting. Jadi menimbulkan dampak jera terlebih dahulu," papar Yuni dalam diskusi virtual bertajuk 'Tidak Mudik Lebih Baik' yang diselenggarakan FMB9 KPCPEN Kamis (15/4).

Setelah pemeriksaan dilakukan, Yuni memastikan perjalanan bagi orang yang hasil tesnya negatif bisa kembali bersama keluarga di tempat masing-masing. Tapi bagi yang positif Covid-19, maka mesti melanjutkan karantina selama 14 hari.

"Dengan kebijakan-kebijakan itu diharapkan para warga Sragen tidak mudik karena lebih baik. Kecuali pergerakan di Solo Raya yang masuk daerah aglomerasi," tandas Yuni.

Sementara itu Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Rudi Antariksawan menuturkan, pihaknya sudah bersiap untuk memperketat arus perjalanan luar kota, untuk mendukung larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

"Kami sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai ke Bali untuk mencegah masyarakat mudik. Jadi ada 333 titik penyekatan yang kami siapkan," ungkap Rudi.

"Penyekatan dilakukan baik di jalur tol maupun arteri di pulau Jawa, yakni, jalur pantura, jalur tengah, selatan maupun Selatan Selatan," pungkasnya menambahkan.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pekerja Dari Luar Kota Wajib Miliki Surat Tugas Saat Masuk Jakarta
Politik

Pekerja Dari Luar Kota Wajib..

07 Mei 2021 18:06
Lieus Sungkharisma: Sidang HRS Bukan Masalah Hukum Tapi Politik, Jokowi Harus Turun Tangan
Politik

Lieus Sungkharisma: Sidang H..

07 Mei 2021 17:47
Fadli Zon: Omnibus Law Gagal Sejahterahkan Buruh
Politik

Fadli Zon: Omnibus Law Gagal..

07 Mei 2021 17:41
Busyro Muqoddas Ungkap Ada Upaya Mutilasi KPK Yang Sempat Kandas Di Era SBY
Politik

Busyro Muqoddas Ungkap Ada U..

07 Mei 2021 17:25
Bantah Isu Taliban Di KPK, Busyro Muqoddas: 8 Dari 75 Pegawai Tak Lolos TWK Beragama Kristiani Dan Buddha
Politik

Bantah Isu Taliban Di KPK, B..

07 Mei 2021 17:16
Bambang Soesatyo: Punya Pasar Besar, Kemenhub Dan IMI Sedang Bahas Legalitas Kendaraan Kustom
Politik

Bambang Soesatyo: Punya Pasa..

07 Mei 2021 17:15
Revisi UU Otsus Papua Terus Dibahas DPR, Gerindra: Semoga Jadi Solusi
Politik

Revisi UU Otsus Papua Terus ..

07 Mei 2021 16:59
Busyro Muqoddas: Nilai Kebangsaan Terus Digerus Mesin Korupsi Menggunakan Imperium Buzzer
Politik

Busyro Muqoddas: Nilai Keban..

07 Mei 2021 16:49